Petugas imigrasi Amerika Serikat (AS) memeriksa sebuah pabrik yang diduga memperkerjakan imigran gelap. Foto: AFP.
Petugas imigrasi Amerika Serikat (AS) memeriksa sebuah pabrik yang diduga memperkerjakan imigran gelap. Foto: AFP.

Aturan Imigrasi Baru AS Bisa Tolak Visa Karena Miskin

Internasional amerika serikat imigran pemerintahan as
Arpan Rahman • 14 Agustus 2019 07:57
Washington: Pemerintahan Donald Trump meluncurkan aturan baru yang dapat menolak visa dan tempat tinggal permanen bagi ratusan ribu orang karena dinilai terlalu miskin.
 
Upaya terbaru oleh presiden ini menempatkan kebijakan imigrasi yang keras di pusat kampanye pemilihan presiden ulang tahun 2020. Aturan baru akan menolak pelamar untuk visa sementara atau permanen karena gagal memenuhi standar pendapatan atau karena menerima bantuan publik seperti jaminan sosial, kupon makanan, perumahan umum atau Medicaid.
 
Para ahli mengatakan rencana itu bisa menjadi yang paling drastis dari upaya Donald Trump membatasi imigrasi legal dan ilegal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Insitut Kebijakan Migrasi, sebuah organisasi penelitian yang mengkhususkan diri dalam masalah imigrasi, mengatakan bahwa perubahan itu dapat mengakibatkan lebih dari setengah dari semua pemohon kartu hijau berbasis keluarga ditolak. Sekitar 800.000 kartu hijau dikeluarkan pada 2016.
 
Aturan terbaru, yang diperkenalkan oleh Stephen Miller, pimpinan administrasi Trump bidang kebijakan imigrasi, mengatakan bahwa imigran harus "mandiri".
 
Ken Cuccinelli, penjabat Direktur Badan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, membantah bahwa perubahan itu menargetkan orang-orang asal Amerika Latin.
 
“Jika kita melakukan pembicaraan ini 100 tahun lalu, itu akan berlaku bagi lebih banyak orang Italia,” jelas Cuccinelli.
 
Cuccinelli mengatakan kepada Fox News: "Prinsipnya meneguhkan nilai-nilai Amerika lama dan itu swasembada."
 
"Ini juga akan memiliki manfaat jangka panjang guna melindungi pembayar pajak dengan memastikan orang-orang yang berimigrasi ke negara ini tidak menjadi beban publik, bahwa mereka dapat mandiri, seperti yang dilakukan para imigran di tahun-tahun sebelumnya," serunya, dinukil dari Independent, Selasa 13 Agustus 2019.
 
Dalam siaran pers, Gedung Putih mengklaim bahwa Trump memastikan non-warga negara tidak menyalahgunakan "manfaat publik negara kita".
 
"Demi melindungi manfaat bagi warga negara Amerika, imigran harus mandiri secara finansial," kata Trump.
 
"Warga asing akan dilarang memasuki Amerika Serikat jika mereka ditemukan menjadi beban publik," kata Gedung Putih.
 
"Warga asing di AS yang ditemukan kemungkinan menjadi beban publik juga akan dilarang menyesuaikan status imigrasi mereka," sambungnya.
 
Aturan baru itu muncul sepekan setelah presiden disoroti atas kontroversi mengenai kebijakannya terhadap, dan bahasa tentang, imigran ke AS, setelah penembakan massal di El Paso, di mana 22 orang kehilangan nyawa mereka dan lebih banyak lagi yang terluka.
 
Banyak politikus Partai Demokrat, dan penduduk kota Texas, mengklaim retorika rasis yang disuarakan presiden tentang imigran memicu semacam kefanatikan yang mengarah pada penembakan di toko Walmart. Aksi itu diduga dilakukan oleh seorang pria kulit putih berusia 21 tahun, yang konon kabarnya memajang manifesto rasis di dunia maya beberapa saat sebelum serangan terjadi.
 
Sejumlah politisi lokal, termasuk Beto O'Rourke dari Partai Demokrat, dan anggota kongres asal El Paso, Veronica Escobar, secara langsung mengaitkan perilaku presiden dengan kejadian itu dan mendesaknya agar tidak mengunjungi kota ini.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif