Warga Chile turun ke jalan menentang pemerintah. Foto: AFP
Warga Chile turun ke jalan menentang pemerintah. Foto: AFP

Kerusuhan Chile Telah Menewaskan 18 Orang

Internasional chile
Medcom • 24 Oktober 2019 10:38
Santiago: Ribuan warga Chile membanjiri jalan raya ibu kota Santiago dan kota-kota lain dalam aksi pemogokan pada Rabu.
 
Aksi ini ditujukan untuk meningkatkan tekanan pada Presiden Sebastien Pinera yang terkepung setelah berhari-hari kerusuhan sosial yang menewaskan 18 orang.
 
Mahasiswa, profesor, dan warga sipil berhenti dari pekerjaan atas desakan dari perserikatan di negara itu. Mereka juga mengabaikan sebagian tindakan yang diumumkan oleh Pinera yang bertujuan untuk menumpas kekerasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"SEKARANG WAKTUNYA BERONTAK! Kami mengatakannya keras dan jelas, mencekam dan melecehkan," kata Serikat Buruh Serikat Buruh Chile, yang mengorganisir aksi dua hari bersama sekitar 20 kelompok lain.
 
Dilansir dari AFP, Kamis, 24 Oktober 2019, saat demonstrasi berlangsung, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa.
 
"Chile telah bangkit!" sebuah slogan yang terpampang populer sejak protes terhadap kesengsaraan sosial dan ekonomi, dan kesenjangan menganga antara kaya dan miskin, dimulai minggu lalu.
 
Chile, biasanya salah satu yang paling stabil di Amerika Latin, mengalami kekerasan terburuk dalam beberapa dasawarsa sejak protes terhadap kenaikan tarif metro yang sekarang tergeser meningkat secara dramatis pada hari Jumat.
 
“Seorang anak berusia empat tahun dan seorang pria tewas pada Selasa ketika seorang pengemudi mabuk menabrak kerumunan demonstran,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Rodrigo Ubilla.
 
Angkatan bersenjata mengumumkan saat tengah malam dalam hari kelima mendatang secara berturut-turut meskipun hanya enam jam. Hari rabu malam adalah yang hari dengan sisa waktu terpendek.
 
Dalam pidatonya kepada negara Selasa malam, Pinera meminta maaf karena gagal mengantisipasi pecahnya kerusuhan sosial.
 
"Saya menyadari kurangnya pengawasan ini," kata Pinera setelah pertemuan dengan beberapa pemimpin oposisi Chile.
 
Menurut hasil penyelidikan dari Institut Nasional Hak Asasi Manusia, korban yang di luar daftar kematian, yakni berkisar 269 orang lainnya telah terluka dan sekitar 1.900 telah ditangkap.
 

 

 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif