Presiden AS Donald Trump (kiri) saat bertemu Kim Jong-un di DMZ. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) saat bertemu Kim Jong-un di DMZ. (Foto: AFP)

Trump Respons Uji Coba 'Sangat Penting' Korut

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 09 Desember 2019 06:10
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons klaim Korea Utara mengenai tes "sangat penting" yang dilakukan di sebuah situs peluncuran. Trump memperingatkan pemimpin Korut Kim Jong-un bahwa Pyongyang bisa kehilangan segalanya jika tes tersebut merupakan langkah yang dapat mengancam AS.
 
"Kim Jong-un terlalu pintar untuk mempertaruhkan segalanya jika mengambil langkah bermusuhan," tulis Trump di Twitter, dilansir dari laman AFP, Minggu 8 Desember 2019.
 
Pengumuman terbaru Korut muncul beberapa jam usai Trump mengaku akan "terkejut" jika Korut melakukan sesuatu yang provokatif. Trump menekankan bahwa dirinya masih menjalin "hubungan yang sangat baik" dengan Kim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump dan Kim terlibat perang kata-kata dan saling bersitegang sepanjang 2017, sebelum akhirnya mereda melalui rangkaian langkah diplomatik satu tahun setelahnya.
 
Keduanya telah bertemu tiga kali, yakni dua dalam kapasitas pertemuan resmi dan satu yang bersifat informal. Kendati begitu, perkembangan dialog nuklir antara AS dan Korut masih belum menghasilkan kesepakatan berarti.
 
Korut telah meminta AS mengubah sikap dengan batas waktu hingga 31 Desember tahun ini jika ingin dialog nuklor berlanjut.
 
"Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, memiliki potensi ekonomi luar biasa, tapi mereka harus segera melakukan denuklirisasi sesuai janji," sebut Trump.
 
"NATO, Tiongkok, Rusia, Jepang dan seluruh dunia sepakat mengenai isu ini!" lanjutnya.
 
Menyinggung kembali bahwa Kim telah "menandatangani Perjanjian Denuklirisasi" dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Singapura pada Juni 2018, Trump mengingatkan bahwa Kim sebaiknya tidak "merusak hubungan istimewa dengan Presiden Amerika Serikat atau mengganggu jalannya Pemilihan Umum Presiden di bulan November (2020)."
 
Sejumlah analis meyakini Korut telah melakukan uji coba mesin yang berfungsi sebagai sumber kekuatan dari sebuah peluncur satelit atau misil balistik antarbenua.
 
"Hasil dari tes terbaru ini sekali lagi berdampak penting untuk mengubah posisi strategis DPRK dalam waktu dekat," tulis laporan media nasional Korut, Korean Central News Agency (KCNA). DPRK merupakan akronim dari nama resmi Korut.
 
Uji coba terbaru dilakukan di situs peluncuran Sohae. AS pernah mengatakan bahwa pemimpin Korut Kim Jong-un telah berjanji akan menutup situs tersebut.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif