Cristina Kirchner (Foto:AFP)
Cristina Kirchner (Foto:AFP)

Mantan Presiden Argentina Melawan Dakwaan Korupsi

Internasional argentina
Arpan Rahman • 14 Agustus 2018 18:49
Buenos Aires: Cristina Fernandez de Kirchner, mantan presiden Argentina, pada Senin 13 Agustus berupaya menggambarkan dirinya sebagai korban konspirasi. Dirinya menghadapi tuduhan penyuapan yang telah mengguncang pasar dan dibandingkan dengan penyelidikan korupsi yang sudah menggemparkan Brasil.
 
Fernandez de Kirchner menyerukan agar kasus itu dihentikan dalam kesaksian tertulis pada hari perdana persidangannya. Seruan itu disebar melalui Twitter untuk mengecam tindakan konspirasi antara Mauricio Macri, penggantinya, sekutu media, dan Claudio Bonadio, ketua majelis hakim.
 
Mantan presiden,-yang memerintah 2007-2015 dengan populisme,- dituduh memimpin sebuah jejaring kriminal yang menerima suap, kadang-kadang melalui pemerasan, dari perusahaan konstruksi dalam proyek pekerjaan umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Skandal itu terkuak pada 1 Agustus ketika surat kabar Argentina, La Nacion, menerbitkan sebuah investigasi berdasarkan isi delapan buku catatan seorang sopir pemerintah selama pemerintahan Fernandez de Kirchner dan Nestor Kirchner, almarhum suaminya.
 
Sopir itu, Oscar Centeno, mencatat pengiriman uang oleh eksekutif bisnis ke administrasi Kirchner antara tahun 2005-2015. Centeno mencatat nama, tanggal, jumlah, dan alamat di buku catatan. Entri-nya menunjukkan pengiriman dilakukan ke sejumlah rumah Kirchner di Buenos Aires.
 
Investigasi ini membuat investor cemas pada saat mata uang Argentina sedang berjuang karena krisis keuangan di Turki. Peso mencapai rekor terendah 30 per dolar pada Senin, dan indeks saham blue chip Merval telah meluncur lebih dari 10 persen bulan ini. Bank sentral Argentina pada Senin merespons dengan mengangkat suku bunga kebijakan Leliq sebesar 500 basis poin menjadi 45 persen.
 
Investor khawatir skandal korupsi akan memperlambat pulihnya ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin, yang menderita 50 persen penurunan dalam mata uangnya terhadap dolar awal tahun ini, mendorong pinjaman darurat dari Dana Moneter Internasional.
 
Skandal itu telah menghantam perusahaan konstruksi di balik program pekerjaan publik yang ambisius dari Makri, presiden saat ini. Tuduhan korupsi mungkin membuat kesulitan bagi sejumlah perusahaan untuk meningkatkan pembiayaan, memperlambat proyek infrastruktur mereka, kata konsultan Marcos Buscaglia, mitra pendiri Alberdi Partners yang berbasis di New York.
 
Centeno telah bekerja untuk Roberto Baratta, tangan kanan Julio de Vido, menteri perencanaan di bawah Kirchners dan salah satu anggota kabinet terkuat. de Vido bertanggung jawab atas energi dan transportasi, termasuk kontrak pekerjaan umum dan subsidi. Penyuapan yang dituduhkan kepada orang-orang Kirchner mencapai USD53 juta, menurut La Nacion.
 
Sementara Centeno kemudian membakar buku catatan, seorang teman sudah duluan membuat salinan dan menyerahkannya kepada jurnalis La Nacion. Reporter itu menyerahkan salinan ke hakim Bonadio, yang telah menanyai lebih dari selusin eksekutif bisnis dan mantan pejabat. Sejumlah dari mereka mengaku terlibat dan tertekan tawar-menawar.
 
Dalam kesaksiannya, Fernandez de Kirchner mengatakan bahwa "untuk menentukan atau mengesampingkan dugaan matriks korupsi", maka investasi di semua proyek pekerjaan umum selama pemerintahannya harus diselidiki.
 
Dia juga berpendapat bahwa kasus tersebut harus dibatalkan dengan alasan bermotif politik, dan karena bukti dikumpulkan secara tidak sah. Teman Centeno mengambil buku catatan dari kotak tertutup tanpa izinnya, tulisnya.
 

Mantan presiden itu juga meminta agar Bonadio dikeluarkan dari kasus itu. Seraya berkilah bahwa hakim itu berada di belakang lima dari enam kasus melawannya sejak pemerintahannya berakhir dan karena itu tidak netral atau independen.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif