Kendati begitu, Kuba menyebut kebijakan Obama itu bukanlah sesuatu yang fenomenal.
"Pemerintah Kuba mengakui keputusan yang cukup bagi dari Presiden AS untuk mencoret Kuba dari daftar tersebut, yang dari awal seharusnya memang tidak pernah dimasukkan," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri di Havana, seperti dilansir AFP, Rabu (15/4/2015).
"Seperti yang sudah ditegaskan dalam beberapa kesempatan, Kuba mengutuk segala bentuk terorisme, termasuk aksi dukungan finansial. Kuba telah menjadi korban dari ratusan aksi terorisme," sambungnya.
Rencana Obama merupakan bagian dari upaya memperbaiki hubungan kedua negara yang telah membeku selama lebih kurang lima dekade.
"Pemerintah Kuba tidak menyediakan dukungan apapun untuk terorisme internasional dalam kurun waktu enam bulan," tulis Obama pada Kongres AS,
Anggota parlemen AS mempunyai waktu 45 hari untuk menolak rencana Obama. Jika tidak, maka rencana akan langsung dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News