Dubes AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland memberikan kesaksian dalam penyelidikan pemakzulan Trump. Foto: AFP
Dubes AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland memberikan kesaksian dalam penyelidikan pemakzulan Trump. Foto: AFP

Dubes AS Akui Trump Gunakan Bantuan Tekan Ukraina

Internasional Pemakzulan Trump
Medcom • 06 November 2019 18:25
Washington: Duta besar senior Amerika Serikat (AS) yang setia kepada Donald Trump, merevisi buktinya kepada penyelidik dan mengakui bahwa ia tahu tentang dugaan timbal balik (quid pro quo) Pemerintah AS dengan Ukraina.
 
Gordon Sondland, Duta besar AS untuk Uni Eropa, mengatakan kepada sebuah komite kongres yang memimpin penyelidikan pemakzulan Trump bahwa ia mengetahui skema penggunaan kebijakan luar negeri AS untuk memajukan kepentingan politik presiden.
 
Selain itu, Sondland telah mengubah pengakuannya setelah mengatakan dia mendapat pembaharuan dari pernyataan seorang saksi kunci lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah bukti yang dirilis pada hari Selasa, dia mengakui bahwa dia ingat memberi tahu seorang pembantu utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa bantuan militer ke AS mungkin tidak akan dilanjutkan sampai Ukraina memberikan pernyataan anti-korupsi publik, seperti yang diinginkan Trump.
 
Sondland mengatakan bahwa dia menduga penangguhan bantuan telah dikaitkan dengan usulan pernyataan anti-korupsi pada awal September.
 
“Saya mulai memahami pernyataan itu harus datang dari pernyataan Zelenskiy sendiri,” imbuh dia, dirilis dari Sky News, Rabu, 6 November 2019.
 
Trump mengatakan dia tidak melakukan kesalahan ketika dia menelepon Zelenskiy pada bulan Juli, menangani skandal, dan hanya meminta bantuan.
 
Bantuan tersebut untuk mengumumkan penyelidikan dugaan korupsi tidak berdasar yang melibatkan Hunter Biden, putra kandidat presiden Demokrat Joe Biden, yang dipandang sebagai saingan potensial Trump terbesar pada 2020.
 
Koresponden Sky AS Amanda Walker mengatakan bukti baru itu mengejutkan Washington karena Sondland adalah petinggi administrasi Trump yang setia, yang menyumbangkan Rp14 Miliar (USD 1 juta) untuk pelantikannya.
 
"Donald Trump selalu mengatakan bahwa mereka yang mendorong pemakzulan disebut 'tidak pernah mereka seperti dirinya (Trump)'. Namun, Sondland bukan salah satu dari orang-orang itu," sebut dia.
 
Anggota komite Trump yang ingin didengar berikutnya adalah Mick Mulvaney, petinggi kepala staf Trump, yang mengakui secara terbuka terkait quid pro quo sebelum menarik kembali pendapatnya.
 
Gedung Putih menginstruksikan petingginya untuk tidak mematuhi penyelidikan pemakzulan yang dipimpin oleh Demokrat. Belum ada kepastian lebih lanjut mengenai kemunculan Mulvaney dalam insiden terkait.
 

 

 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif