Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Mantan Pejabat AS Ingatkan Ancaman Nyata Korut

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 24 Desember 2019 08:17
Washington: Mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat John Bolton mengkritik tajam kebijakan Presiden Donald Trump atas isu Korea Utara. Ia mengingatkan bahwa Korut merupakan "ancaman nyata" bagi AS.
 
"Risiko keamanan terhadap pasukan dan sekutu kita itu nyata. Kebijakan yang lebih efektif diperlukan sebelum NK memiliki teknologi yang dapat mengancam tanah air Amerika," tulis Bolton di Twitter, merujuk pada Korut.
 
Bolton dipecat pada September lalu atas perbedaan pandangan dengan Trump dalam berbagai isu, terutama soal Korut. Dikenal sebagai pejabat 'garis keras,' Bolton secara terbuka mengaku skeptis atas pertemuan Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong-un tahun lalu. Kala itu, ia mendesak Trump untuk bersikap lebih keras dan tegas terhadap Pyongyang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diskusi soal nuklir antara AS dan Korut relatif mandek meski Trump dan Kim telah tiga kali bertemu. Dua pertemuan berlangsung formal lewat skema konferensi tingkat tinggi, sementara yang ketiga informal di Zona Demiliterisasi (DMZ).
 
Korut meminta AS mengubah sikap dan memberikan kesempatan tersebut hingga akhir tahun ini jika ingin dialog nuklir dilanjutkan. Korut mengancam akan memberikan AS "hadiah natal" jika tenggat waktu tersebut terlewatkan.
 
Dalam wawancara dengan situs berita Axios pada Senin 23 Desember, Bolton menilai pemerintahan Trump tidak benar-benar berniat menghentikan Korut yang berpotensi menjadi negara dengan banyak senjata nuklir.
 
"Wacana bahwa kita (AS) sedang memberikan tekanan maksimum kepada Korea Utara pada kenyataannya tidak demikian," ucap Bolton, dikutip dari AFP, Selasa 24 Desember 2019.
 
Jika Korut melakukan uji coba misil atau melakukan provokasi lebih lanjut usai tenggat waktu berakhir, Bolton berharap Washington dapat mengakui kesalahan mereka.
 
Masih mengenai Trump, Bolton mengkritik sang presiden yang mengatakan uji coba misil jarak pendek Korut "tidak mengusik dirinya." "Saat dia bilang seperti itu, berarti dia tidak khawatir mengenai potensi risiko terhadap pasukan Amerika atau mitra sekutu," tuding Bolton.
 
"Pemerintahan saat ini sudah berjalan hampir tiga tahun, tapi belum ada kemajuan berarti dalam mendorong Korut untuk menghentikan program senjata nuklir," sebut Bolton.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif