PM Kanada Justin Trudeau menang pemilu. Foto: AFP
PM Kanada Justin Trudeau menang pemilu. Foto: AFP

Trudeau Menang Pemilu Kanada Tapi Kehilangan Suara Mayoritas

Internasional politik kanada Justin Trudeau
Arpan Rahman • 22 Oktober 2019 12:59
Ottawa: Partai Liberal pimpinan Justin Trudeau berhasil mempertahankan kekuasaan tetapi sebagai pemerintah minoritas, menurut proyeksi oleh stasiun penyiaran nasional Kanada, CBC.
 
Meskipun beberapa kerugian awal di sejumlah provinsi timur Kanada, Liberal diperkirakan mengklaim kursi terbanyak di parlemen, memberi mereka masa jabatan kedua.
 
Dilansir dari BBC, Selasa 22 Oktober 2019, pemilu federal kali ini dipandang sebagai referendum tentang Trudeau, yang mengalami masa jabatan pertama terguncang, dinodai oleh skandal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Partai Liberal-nya bersaing ketat dengan lawan-lawan Konservatif kanan-tengah mereka. Cengkraman Trudeau yang lemah pada kekuasaan akan memaksanya bekerja dengan partai lain buat meloloskan undang-undang selama periode berikutnya.
 
Masih banyak suara untuk dihitung sehingga tidak jelas bagaimana masing-masing perolehan partai pada akhirnya. Tetapi jika proyeksi terbukti benar, itu akan menjadi hasil yang sangat mengecewakan bagi pemimpin Konservatif Andrew Scheer.
 
Trudeau naik ke tampuk kekuasaan pada 2015 menjanjikan ‘perubahan nyata’ dan banyak janji progresif. Sekarang, setelah empat tahun berkuasa, Trudeau menghadapi kritik karena kemampuannya untuk menindaklanjuti janji.
 
Catatan lingkungan, misalnya, telah terpotong oleh dukungannya untuk proyek perluasan pipa minyak Trans Mountain.
 
Sumpah Trudeau untuk melembagakan reformasi pemilu federal dengan cepat terabaikan, membuat marah beberapa pemilih berhaluan kiri yang bersemangat dengan prospek melihat sistem pemilu alternatif.
 
Namun, menurut penilaian independen oleh 24 akademisi Kanada, Trudeau sudah menepati -- sepenuhnya atau sebagian -- dari janji-janji ini, yang paling banyak oleh pemerintah Kanada dalam 35 tahun.
 
Skandal etika awal tahun ini, dikenal sebagai urusan SNC-Lavalin, mengambil korban besar pada dukungannya.
 
Bulan lalu sebuah pengawas etika menemukan perdana menteri telah melanggar aturan konflik kepentingan federal dengan mencoba secara tidak wajar mempengaruhi seorang mantan menteri terkait persidangan kriminal yang dihadapi perusahaan rekayasa besar Kanada SNC-Lavalin.


Kampanye hitam


Peluang terpilihnya Trudeau kemudian tampak berisiko ketika foto-foto presiden mengenakan riasan wajah hitam dalam tiga contoh terpisah tersebar luas.
 
Foto-foto itu dipandang sebagai pukulan besar bagi citra politik Trudeau, yang ditandai oleh belas kasih dan inklusi.
 
Perolehan awal menunjukkan masalah bagi Trudeau. Menyapu wilayah Atlantik dengan cepat terbalik, kemenangan Konservatif dan Demokrat Baru di timur.
 
Tapi sementara Liberal tidak mengulangi sapu bersih 2015, mereka masih membuat penampilan yang kuat di Maritimes dan memiliki pegangan erat di Ontario -- provinsi paling padat di Kanada.
 
Kekecewaan yang lebih besar akan dirasakan oleh Andrew Scheer. Ia mengajukan dirinya sebagai kandidat yang berbicara untuk masalah yang secara langsung mempengaruhi kehidupan dan dompet pemilih.
 
Tapi sebaliknya dia menghadapi pengawasan soal di mana Partai Konservatif bersikap atas pernikahan gay dan aborsi.
 
Hasil Senin malam bisa menjadi kabar baik bagi Partai Demokrat Baru (NDP) yang condong ke kiri dan pemimpinnya Jagmeet Singh.
 
Pemimpin etnis minoritas pertama Kanada dapat dinobatkan sebagai pengatur permainan dalam pemerintahan minoritas.
 
Pemerintah minoritas tidak jarang di Kanada -- sudah tiga dalam 15 tahun terakhir. Akan tetapi, pemerintah koalisi jarang. Ini terakhir diupayakan pada 2008 oleh Liberal dan NDP, tetapi dibubarkan ketika mantan Perdana Menteri Stephen Harper, seorang Konservatif, menghentikan Parlemen.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif