Presiden Donald Trump memeluk bendera AS saat tiba di sebuah acara di Maryland, 2 Maret 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
Presiden Donald Trump memeluk bendera AS saat tiba di sebuah acara di Maryland, 2 Maret 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Trump Sebut Kesaksian Cohen Pengaruhi KTT Hanoi

Internasional korea utara donald trump Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 04 Maret 2019 11:19
Washington: Konferensi Tingkat Tinggi di Hanoi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berakhir tanpa perjanjian apapun. Trump menilai kesaksian Michael Cohen, mantan pengacaranya, turut berkontribusi atas 'kegagalan' di pertemuan tersebut.
 
KTT Hanoi sempat diharapkan sejumlah pihak akan menelurkan hasil konkret mengenai denuklirisasi. Namun pertemuan tersebut bahkan dinilai lebih buruk dari KTT pertama di Singapura tahun lalu, karena berakhir tanpa ada pernyataan gabungan.
 
Pertemuan kali kedua antara Trump dan Kim itu berlangsung bersamaan dengan rapat dengar pendapat Cohen di Kongres AS. Dalam kesaksiannya, Cohen menyebut Trump sebagai sosok "rasis," "penipu," dan "pembohong."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Partai) Demokrat mewawancarai seorang pembohong dan penipu di waktu bersamaan dengan KTT Nuklir yang sangat penting dengan Korea Utara. Mungkin hal tersebut adalah kemunduran dalam dunia perpolitikan Amerika, dan juga mungkin berkontribusi terhadap 'walk,'" tulis Trump di Twitter, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin 4 Maret 2019.
 
'Walk' atau 'Berjalan' merujuk pada pernyataan Trump usai KTT Hanoi berakhir. Kala itu, dia menyebut "ada kalanya kita lebih memilih untuk berjalan." Berjalan yang dimaksud Trump adalah tidak terburu-buru dalam membuat kesepakatan dengan Korut.
 
"Jangan pernah melakukan hal seperti itu saat seorang presiden sedang bertugas ke luar negeri. Memalukan!" lanjut Trump dalam serangkaian cuitannya.
 
Pernyataan Trump soal 'Walk' bertolak belakang dari Penasihat Keamanan Gedung Putih John Bolton. Menurutnya, KTT Hanoi telah berjalan dengan baik dan sukses.
 
Bolton menyebut isu utama dalam KTT Hanoi bagi AS adalah apakah Korut mau menerima "tawaran besar" dari Trump mengenai denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.
 
"Presiden (Trump) berpegang teguh pada pandangannya. Dia memperdalam hubungannya dengan Kim Jong-un. Saya tidak melihat (KTT Hanoi) sebagai sebuah kegagalan sama sekali, karena kepentingan nasional Amerika tetap terlindungi," ungkap Bolton.
 
Menurut keterangan beberapa pejabat AS, di pekan terakhir menuju KTT Hanoi, Pyongyang sempat meminta Washington untuk mencabut semua sanksi ekonomi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang dijatuhkan sejak Maret 2016.
 
Baca:Trump: AS Tak Bisa Cabut Sanksi Ekonomi Korut
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif