Ketua DPR AS Nancy Pelosi (paling kiri) saat bersama Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: AFP).
Ketua DPR AS Nancy Pelosi (paling kiri) saat bersama Donald Trump di Gedung Putih. (Foto: AFP).

Trump Larang Ketua DPR AS Gunakan Pesawat Pemerintah

Internasional donald trump pemerintahan as
Fajar Nugraha • 18 Januari 2019 11:24
Washington: Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi terus berhadapan dengan dengan Presiden Donald Trump. Perseteruan keduanya memasuki babak baru dengan kabar Trump membatalkan kunjungan Pelosi ke pasukan AS di luar negeri.
 
Masalah berawal ketika Trump mengeluarkan surat kepada Pelosi pada Kamis 17 Januari waktu AS atau Jumat 18 Januari 2019 waktu Indonesia, sesaat politikus perempuan senior itu hendak berangkat ke lokasi rahasia di Afghanistan dan Brussels, Belgia.
 
Trump menyebutkan perjalanan ini sebagai bentuk ‘kehumasan’ dan menyarankan agar Pelosi tetap berada di Washington untuk melanjutkan negosiasi membuka kembali pemerintahan, yang masih dalam kondisi ‘shutdown’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sudah jelas, jika Anda ingin melakukan perjalanan dengan penerbangan komersial itu akan menjadi hak anda,” simpul Trump, seperti dikutip dari The Star, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Melarang pesawat militer digunakan terhadap pejabat senior apalagi seorang Ketua DPR, sangatlah jarang terjadi. Pihak Kongres AS pun sepertinya tidak menyadari surat Trump itu, sebuah bus yang akan membawa para anggota DPR yang akan ikut serta dalam perjalanan tampak tetap siaga di luar Gedung Capitol.
 
Sementara Juru Bicara Pelosi, Drew Hammill mengatakan bahwa atasannya bermaksud bepergian ke Afghanistan dan Brussels untuk mengucapkan terima kasih kepada militer yang bertugas di luar negeri. Selain itu, Pelosi ingin mendapatkan laporan intelijen dan kemanan nasional dari mereka yang bertugas di garis depan.
 
Hammill juga mempertanyakan Trump yang melakukan perjalanan ke Irak saat shutdown berlangsung. Dalam perjalanan, anggota Kongres dari Partai Republik juga ikut serta.
 
Kekisruhan politik antara Trump dan Pelosi menunjukkan bagaimana krisis pemerintah di AS yang makin melebar. Kekisruhan ini melebar menjadi perdebatan pribadi antara kedua pimpinan lembaga di Negeri Paman Sam.
 
Tanggapan Gedung Putih
 
Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan Presiden Trump menginginkan Pelosi tetap berada di Washington sebelum Selasa 22 Januari. Hari itu merupakan tenggat waktu untuk mempersiapkan pembayaran gaji utuk karyawan federal.
 
“Kami ingin dia (Pelosi) tetap berada di Washington. Presiden menginginkannya di sini untuk melakukan negosiasi,” jelas Sanders.
 
Sementara pihak Kementerian Pertahanan AS, Pelosi tidak mengajukan permintaan perjalanan luar negeri yang difasilitasi militer. Umumnya pihak Kementerian Pertahanan yang menyedian pesawat militer untuk digunakan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif