Kuba Pulangkan Dokter dari Brasil Usai Ancaman Bolsonaro
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengecam program lima tahun dari Kuba, yang dikenal di Brasil sebagai ‘Mais Medicos’. (Foto: AFP).
Havana: Kuba mengumumkan mereka akan menarik ribuan dokternya keluar dari Brasil. Pengumuman itu sebagai tanggapan terhadap pernyataan langsung, menghina, dan mengancam dari Presiden Brasil Jair Bolsonaro tentang program bantuan medis.

Pemimpin sayap kanan itu telah berulang kali mengkritik program ‘More Doctors’ dari Kuba, yang mengirim ribuan dokter untuk bekerja di daerah-daerah yang terpencil di Brasil. Ia mengatakan pemerintahnya akan memperkenalkan perubahan.

"Mengingat kenyataan yang tidak menguntungkan ini, Kementerian Kesehatan Masyarakat Kuba telah memutuskan untuk menghentikan partisipasinya," kata Havana dalam sebuah pernyataan, seperti disitat dari Al Jazeera, Kamis 15 November 2018.


Bolsonaro mengecam program lima tahun dari Kuba, yang dikenal di Brasil sebagai ‘Mais Medicos’. Ia berkata, para dokter hanya menerima seperempat dari apa yang Brasil bayarkan ke pemerintah Kuba untuk layanan mereka.

Pemerintahannya akan mencabut progam dengan langsung mempekerjakan dokter yang ingin tetap tinggal di negara itu. Tetapi pertama akan meminta mereka mengajukan uji kompetensi’.

Kemenkes Kuba dengan murka menuduh Bolsonaro meragukan kualifikasi dokternya, dan mengatakan semua pekerja kerjasama Kuba telah dibayar dengan ‘gaji penuh mereka di Kuba’.

Bolsonaro pun membalas kecaman di Twitter. "Kami membuat kesinambungan program More Doctors tergantung pada uji kapasitas, (pembayaran) gaji penuh untuk para profesional Kuba, yang sebagian besar saat ini menuju kediktatoran, dan kebebasan untuk membawa keluarga mereka. Sayangnya Kuba tidak menerima," tulisnya.

Dalam cuitan lain, ia menuduh Kuba mengeksploitasi warganya dengan tidak sepenuhnya membayar gaji mereka dan mengatakan Havana "tidak bertanggung jawab" mengabaikan dampak negatif keputusannya terhadap warga Brasil.

Presiden Kuba Manuel Diaz-Canel menyinggung program, membalas di Twitter untuk "martabat, kepekaan mendalam, profesionalisme, dedikasi, dan altruisme dokter."

Program ini sudah meluncur sejak Agustus 2013, dan sejak itu hampir 20.000 dokter Kuba merawat sebanyak 113,5 juta warga Brasil, menurut kementerian.

Dalam pernyataannya yang bernada keras, Kuba menyebut syarat-syarat yang diberlakukan Bolsonaro, yang akan menjabat pada 1 Januari, "tidak dapat diterima".

Ditambahkan bahwa para dokter Kuba, yang saat ini melayani di 67 negara, telah memberi perawatan medis ke daerah-daerah "kemiskinan ekstrem" entah di kawasan kumuh Rio de Janeiro, Sao Paulo, Salvador de Bahia, atau 34 Daerah Adat Istimewa, khususnya Amazonia.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id