Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo tegaskan diplomatnya tetap berada di Venezuela. (Foto: AFP).
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo tegaskan diplomatnya tetap berada di Venezuela. (Foto: AFP).

Menlu Pompeo: Diplomat AS Tetap Berada di Venezuela

Internasional konflik venezuela
Arpan Rahman • 24 Januari 2019 12:58
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan Rabu malam bahwa AS akan melanjutkan hubungan diplomatik dengan Venezuela. Menurutnya Presiden Nicolas Maduro tidak memiliki wewenang hukum buat memutuskan hubungan diplomatik atau untuk menyatakan diplomat sebagai persona non grata.
 
Baca juga: Venezuela Putuskan Hubungan Diplomatik dengan AS.
 
Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Maduro memutuskan hubungan dengan AS dan memerintahkan para diplomat Paman Sam agar meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam. Sembari menuduh AS memimpin kudeta untuk memasang kepresidenan boneka di negara Amerika Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AS tidak mengakui rezim Maduro sebagai Pemerintah Venezuela," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dinukil dari laman UPI, Rabu 23 Januari 2019 atau Kamis, 24 Januari waktu Indonesia.
 
Pompeo kemudian meminta pasukan militer dan keamanan Venezuela terus melindungi warganya dan warga negara asing, dengan menyatakan bahwa jika keselamatan mereka terancam, AS akan merespons.
 
"AS akan mengambil tindakan yang tepat meminta pertanggungjawaban siapa pun yang membahayakan keselamatan dan keamanan misi kami dan personelnya," kata Pompeo.
 
Sebelumnya Rabu, Presiden Donald Trump secara resmi mengakui kepala Majelis Nasional Venezuela -- pemimpin oposisi -- Jaun Guaido, sebagai presiden sementara dan mendorong rezim Maduro menerima transisi kekuasaan secara damai.
 
Seorang pejabat senior di jajaran administrasi Trump memperingatkan rezim Maduro bahwa jika ada yang melukai Guaido atau anggota Majelis Nasional lainnya, "semua opsi tersedia di AS sehubungan dengan tindakan yang harus diambil." Pengumuman itu keluar ketika ribuan demonstran antipemerintah dan loyalis rezim berdemonstrasi di jalan-jalan.
 
Baca juga: Militer Venezuela Tegaskan Dukungan ke Maduro, Tolak Oposisi.
 
Demonstrasi terjadi dua hari menyusul kudeta militer berupaya menggulingkan Maduro, yang dilantik untuk masa jabatan kedua bulan ini.
 
Maduro memenangkan pemilihan umum pada Mei di tengah boikot oleh oposisi. AS, Uni Eropa, dan sejumlah negara tetangga Amerika Latin menyebut pemilu itu penipuan. Para pemrotes menentang terpilihnya Maduro, mendukung Guaido, seraya ingin Guaido memimpin pemerintahan transisi sampai pemilu baru diadakan.
 
Seorang pejabat senior pemerintah, berbicara kepada para wartawan saat melakukan jumpa pers, Rabu, mengutip Pasal 2 Konstitusi yang memberi presiden wewenang untuk mengakui Guaido.
 
"Dalam perannya sebagai satu-satunya cabang pemerintah sah yang dipilih rakyat Venezuela, Majelis Nasional meminta Konstitusi negara itu untuk menyatakan Nicolas Maduro tidak sah, dan karena itu kantor kepresidenan kosong," kata Trump. "Rakyat Venezuela sudah berani menentang Maduro dan rezimnya serta menuntut kebebasan dan supremasi hukum," tegasnya.
 
AS akan terus memberikan tekanan ekonomi dan diplomatik atas negara Amerika Selatan itu, kata Trump. Dia juga mendesak negara-negara Amerika Selatan dan Utara lainnya buat mendukung Guaido dan bekerja dengannya memulihkan demokrasi konstitusional.
 
Seorang pejabat senior mengatakan bahwa jika rezim Maduro mengambil tindakan terhadap Guaido, AS akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Venezuela, dan menambahkan bahwa Washington "nyaris tidak menyentuh permukaan" hukuman ekonomi. Pejabat itu menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang opsi hukuman lain.
 
"Ketika kita mengatakan semua opsi tersedia, berarti semua opsi sudah tersaji di atas meja," katanya.
 
Pengumuman Trump keluar satu hari setelah Wakil Presiden Mike Pence menyebut Maduro seorang diktator yang tidak memiliki "klaim sah atas kekuasaan."
 
"Ketika orang-orang baik di Venezuela membuat suara Anda terdengar besok, atas nama orang-orang Amerika, kami berkata: Estamos con ustedes (Kami bersama Anda)," tambahnya dalam video yang diposting di Twitter. "Kami bersamamu. Kami berdiri bersamamu, dan kami akan tetap bersamamu sampai Demokrasi dipulihkan dan kau merebut kembali hak asasi (kebebasan)-mu."
 
Sebagai tanggapan, Maduro menyerukan "revisi total absolut" dari hubungan diplomatik Venezuela dengan AS. Ia mengatakan negaranya akan membuat "keputusan politik, diplomatik, dan pertahanan" demi melindungi demokrasi mereka. Dia juga menuduh Pence menghasut upaya kudeta awal pekan ini.
 
"Belum pernah seorang pejabat tingkat tertinggi keluar atas nama pemerintahannya -- dia berbicara atas nama presiden AS - untuk mengatakan bahwa di Venezuela, oposisi harus menggulingkan pemerintah," kata Maduro dalam sebuah pesan televisi.
 
Sementara itu Guaido berkata, upayanya menggantikan Maduro juga didukung oleh Konstitusi Venezuela. Protes Rabu merebak tentang "menyatukan kembali rakyat demi memberi tahu dunia tentang langkah-langkah yang akan kita ambil untuk mengakhiri perebutan kekuasaan, demi mencapai pemerintahan transisi dan pemilu yang bebas," katanya.
 
Majelis Nasional Venezuela mendorong undang-undang Selasa buat menawarkan amnesti bagi warga sipil dan pejabat militer yang bertindak terhadap Maduro. Tetapi Mahkamah Agung Venezuela, untuk mendukung Maduro, memutuskan Majelis Nasional tidak sah dan hukumnya tidak memiliki nilai.
 
Upaya kudeta pun dilakukan oleh prajurit Venezuela pada Senin. Namun aksi itu dengan cepat diatasi dan 27 tentara ditangkap.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif