PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, 28 September 2018. (Foto: AFP/KENA BETANCUR)
PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, 28 September 2018. (Foto: AFP/KENA BETANCUR)

Mahathir: Hak Veto DK PBB tak Cerminkan Demokrasi

Internasional politik malaysia Sidang Majelis Umum PBB 2018
Marcheilla Ariesta • 30 September 2018 14:44
New York: Setelah 15 tahun, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidatonya, Mahathir menyinggung hak veto yang dimiliki lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
 
Menurut Mahathir, hak veto yang dimiliki Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, Tiongkok dan Rusia itu tidak adil. Dia bahkan menuturkan agar kelima negara itu terus didorong agar setuju mereformasi PBB.
 
"Saya berharap dapat mempermalukan mereka agar menghilangkan hak veto. Masyarakat harus memberi tahu mereka bahwa itu sangat tidak demokratis," ucapnya di New York, seperti dilansir dari laman The Star, Minggu 30 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahathir juga menilai lima negara pemegang hak veto di DK PBB itu bertindak seperti diktator.
 
"Jangan terus mendorong perubahan rezim di negara lain. Jangan berbicara tentang demokrasi di negara lain, jika Anda semua bahkan tidak bisa memberi kami demokrasi di badan internasional ini," tegas dia.
 
Dalam pidatonya, Mahathir menyarankan bahwa hak veto seharusnya tidak bisa berlaku jika hanya digunakan satu anggota. Menurutnya, hak veto baru bisa berlaku jika dikeluarkan setidaknya dua anggota, dan didukung tiga anggota tidak tetap DK PBB.
 
Mahathir telah menyatakan hal serupa ketika terakhir berbicara di Sidang Majelis Umum PBB tahun 2003.
 
Baca:Terpilih di DK PBB Indonesia Harus Maksimalkan Perdamaian Dunia
 

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif