Protes para polisi yang menolak dipindahkan ke Garda Nasional Meksiko. (Foto: AFP).
Protes para polisi yang menolak dipindahkan ke Garda Nasional Meksiko. (Foto: AFP).

Meksiko: Ada Konspirasi Politik di Balik Protes Polisi

Internasional meksiko
Marcheilla Ariesta • 05 Juli 2019 12:06
Mexico City: Pemerintah Meksiko mengatakan ada konspirasi politik di balik protes polisi federal. Para polisi marah atas transfer mereka ke Garda Nasional baru buatan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.
 
Ratusan polisi federal memblokir jalan dan berdemonstrasi di ibu kota Mexico City selama dua hari terakhir. Mereka memprotes adanya Garda Nasional, pasukan keamanan baru bagian dari rencana sang presiden untuk memerangi kejahatan dan menangani korupsi di kepolisian.
 
Para petugas kepolisian menuduh pemerintah memotong gaji mereka. Pemerintah juga dituduh melanggar konstitusi dengan menempatkan mereka di bawah komando militer di Garda Nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Lopez Obrador menyangkal klaim-kalim itu. Menurut dia, protes tersebut didalangi oleh 'kekuatan gelap' dalam politik Meksiko.
 
"Ada kelompok-kelompok yang terkait dengan korupsi mendukung protes tersebut," ucap Menteri Keamanan Alfonso Durazo, dilansir dari AFP, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Secara khusus, Durazo mengatakan mantan presiden Felipe Calderon memiliki ikatan dengan para pemimpin protes. Calderon menjabat sebagai presiden dari 2006 hingga 2012 dan memang dikenal sebagai kritikus kebijakan Obrador.
 
"Situasi ini sedang dieksploitasi oleh pengkritik pemerintah, dan juga kelompok-kelompok kepentingan yang terkait dengan korupsi, yang secara struktural tertanam dalam kepolisian federal," imbuhnya.
 
Namun, tudingan itu dibantah oleh Calderon. Dia mengaku tidak memiliki kaitan dengan protes tersebut.
 
"Saya menolak tuduhan pengecut tersebut. Jika Anda punya bukti, tunjukkan. Jika tidak, tarik kembali pernyataan Anda," katanya.
 
Meksiko secara resmi meluncurkan Garda Nasional akhir pekan lalu. Jumlah personelnya mencapai total 70 ribu anggota. Diperkirakan jumlah tersebut akan ditambah menjadi 150 ribu dalam beberapa bulan mendatang.
 
Pasukan baru ini adalah rencana presiden untuk memerangi lonjakan kejahatan kekerasan terkait perdagangan narkoba. Pembunuhan tahun lalu akibat kejahatan tersebut mencapai 33.500 kasus.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif