Pengendara Sepeda Luka Parah Setelah Ledakan Texas
Polisi masih menyelidiki ledakan yang terjadi di Texas (Foto: AFP).
Austin: Seorang pria muda telah tertancap paku di bawah lututnya setelah dia menjadi korban ledakan, kerabatnya mengatakan.
 
Pria itu menjadi satu dari dua pengendara sepeda yang terluka dalam ledakan di Austin, Texas, pada Minggu 18 Maret. Ledakan hanya beberapa pekan menyusul dua letusan maut lainnya dipicu paket sejumlah bom di kota ini.
 
Polisi mengatakan terdapat kesamaan dengan tiga ledakan lainnya. Mereka telah meminta orang atau kelompok di balik serangan yang berpotensi terkait agar ditangkap.
 
Mereka yakin bom terbaru, yang meledak di barat daya kota sekitar pukul 20.30 waktu setempat, mungkin diledakkan melalui kawat perjalanan sesudah dua pengendara sepeda menemukan perangkat itu di sisi jalan di lingkungan perumahan.
 
Kedua pria, yang dilaporkan berusia 20-an, dibawa ke rumah sakit, tetapi luka mereka tidak mengancam kehidupan.
 
Seorang kerabat salah satu korban mengatakan bahwa cucunya tertancap dengan apa yang tampak seperti paku di bawah lututnya.
 
William Grote berkata, cucunya masih luka dirawat di rumah sakit. Grote mengatakan salah satu korban sedang mengendarai sepeda di jalan dan yang lain di trotoar ketika mereka melintasi seutas kawat yang menyebat "mereka berdua di kaki mereka" dan menimbulkan "pendarahan deras".
 
"Mereka tidak bisa melihat kawat dalam kegelapan," tambah Grote.
 
Kepala polisi Austin Brian Manley mengkonfirmasi petugas mencari tahu apakah bom itu dipicu saat seseorang terjebak, tersebat, atau mendapat kontak dengan kawat tersebut.
 
"Kami sekarang membutuhkan masyarakat supaya memiliki tingkat kewaspadaan ekstra dan memperhatikan perangkat yang mencurigakan," katanya.
 
"Mengingat bahwa mungkin ada mekanisme pemicu yang berbeda di perangkat ini, kami ingin menyelesaikannya sedini mungkin," cetusnya seperti dinukil Sky News, Selasa 20 Maret 2018.
 
Ledakan itu beberapa kilometer dari sisi timur kota, di mana tiga ledakan sebelumnya terjadi.
 
Manley menambahkan: "Kami sedang bekerja dengan keyakinan bahwa ketiga ledakan saling terkait."
 
Tiga ledakan sebelumnya menewaskan dua pria Afrika-Amerika: Anthony Stephan House, 39, dan Draylen Mason, 17.
 
House terbunuh pada 2 Maret dalam sebuah ledakan yang juga merusak dinding dan pintu, sementara Mason, seorang musisi berbakat, tewas pada 12 Maret.
 
Ibu Mason juga terluka
 
Seorang wanita Hispanik berusia 75 tahun, yang belum dikenal umum, terluka dalam ledakan lain beberapa jam kemudian dan berada di rumah sakit. Lebih dari 500 agen FBI membantu Polisi Austin mencari penyebabnya.
 
Sebelum ledakan terbaru, polisi mengatakan pengeboman itu dipandang sebagai kemungkinan kejahatan rasis dan bahwa penyerang tampaknya berupaya mengirim sebuah pesan.
 
Manley mengatakan: "Kami tidak memahami apa (pesan) itu sampai tersangka atau tersangka menghubungi kami untuk berbicara kepada kami tentang apa pesan itu."
 
Asosiasi Nasional bagi Kemajuan Warga Kulit Berwarna (NAACP) menggambarkan bom tersebut sebagai terorisme dalam negeri.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id