Kematian Jamal Khashoggi

AS Tegaskan Belum Tahu Dalang Pembunuhan Khashoggi

Willy Haryono 18 November 2018 12:09 WIB
arab sauditurkiJamal Khashoggi
AS Tegaskan Belum Tahu Dalang Pembunuhan Khashoggi
Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)
Washington: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa Negeri Paman Sam belum mencapai kesimpulan akhir dalam kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Pernyataan itu disampaikan meski Agensi Intelijen Pusat AS atau CIA meyakini pembunuhan Khashoggi diperintahkan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Arab Saudi awalnya membantah, namun akhirnya mengakui adanya kematian di gedung tersebut usai mendapat tekanan internasional.

"Sejumlah pertanyaan masih belum terjawab," kata Kemenlu AS, seperti dinukil dari kantor berita BBC, Minggu 18 November 2018.


Surat kabar The Washington Post menyebut CIA merilis temuannya usai mengejar beberapa sumber intelijen. Salah satu sumber itu adalah panggilan telepon antara adik Pangeran Mohammed -- Duta Besar Arab saudi untuk AS -- dengan Khashoggi.

Dubes Pangeran Khaled bin Salman disebutkan telah meyakinkan Khasoggi bahwa sang jurnalis akan aman saat datang ke konsulat di Istanbul untuk mengambil sejumlah dokumen.

Namun juru bicara Kedubes Arab Saudi di AS mengatakan bahwa Dubes Khaled tidak pernah mendiskusikan apapun "terkait pergi Turki" dengan Khashoggi. "Dubes Pangeran Khaled bin Salman tidak pernah berdiskusi via telepon (dengan Khashoggi)," tulis pernyataan di akun Twitter Pangeran Khaled.

"Klaim terkait penilaian (CIA) ini tidak benar," lanjutnya.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima sebuah laporan pada Selasa mendatang. Laporan akan memberikan gambaran mengenai siapa-siapa saja yang diyakini AS bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

Tim jaksa Arab Saudi telah mendakwa 11 orang atas kematian Khashoggi, lima dari mereka terancam hukuman mati. Namun tim jaksa menyebut Pangeran Mohammed tidak terlibat dalam pembunuhan.

Karena pernyataan Arab Saudi yang berubah-ubah sejak awal kematian Khashoggi, dan juga kecurigaan internasional mengenai adanya upaya menutup-nutupi kasus tersebut, hingga kini Riyadh masih berada di bawah tekanan.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id