Presiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro melakukan pembicaraan selama 45 menit melalui telepon, pada Selasa (16/12/2014) lalu. Pembicaraan itu menurut Obama berjalan gamblang dan menunjukkan arah baru hubungan antar dua negara yang bermusuhan itu.
"Saya terus menekankan kepadanya bahwa kami akan terus mempromosikan demokrasi dan HAM, serta berbicara untuk kebebasan rakyat Kuba," ujar Obama, seperti dikutip ABC News, Kamis (18/12/2014).
"Ada kemungkinan bahwa rakyat Amerika siap pergi ke Kuba dan bisa memperlihatkan seperti apa nilai-nilai dari Amerika secara langsung," lanjutnya.
Menurut Obama hal ini akan mendorong perubahan di masyarakat Kuba. "Ini yang menjadi tujuan utama," tutur Obama.
Perbincangan melalui telepon itu menandakan kontak paling tinggi antara Kuba dengan AS, selama lebih dari 50 tahun terakhir.
Pejabat AS mengatakan, Negeri Paman Sam mencari peluang untuk membuka kedutaan di Havana dalam beberapa waktu bulan ke depan. Langkah ini termasuk perjanjian pembebasan warga AS Alan Gross dan tiga warga Kuba yang dipenjara di Florida atas tuduhan mata-mata.
Sementara Senator Florida Marco Rubio, kesepakatan normalisasi antara kedua negara mencakup berbagai hal. Ini termasuk normalisasi hubungan perbankan dan perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News