Dubes Inggris untuk AS Sir Kim Darroch. (Foto: AFP Photo/Paul Morigi)
Dubes Inggris untuk AS Sir Kim Darroch. (Foto: AFP Photo/Paul Morigi)

Dubes Inggris untuk AS Sebut Trump 'Tidak Kompeten'

Internasional amerika serikat politik inggris
Willy Haryono • 07 Juli 2019 12:01
Washington: Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Sir Kim Darroch menyebut Presiden Donald Trump sebagai sosok pemimpin yang "tidak kompeten." Pernyataan itu disampaikan Dubes Darroch dalam komunikasinya dengan Kementerian Luar Negeri Inggris.
 
Bocoran percakapan tersebut awalnya dirilis oleh kantor berita The Daily Mail, dan juga diberitakan di CNN, Sabtu 6 Juli 2019.
 
Dalam percakapan tersebut, berlangsung dari 2017 hingga saat ini, Dubes Darroch mengatakan kepada Kemenlu Inggris bahwa "karier Trump sebagai presiden dapat berakhir dengan sangat buruk." Ia juga menyebut perselisihan internal di pemerintahan Trump berlangsung seperti "perkelahian" yang melibatkan aksi saling tikam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tidak yakin pemerintahan (Trump) dapat menjadi lebih normal dari saat ini," tulis Dubes Darroch dalam sebuah memo kepada Kemenlu Inggris.
 
Berbicara kepada CNN, seorang sumber dari Kemenlu Inggris mengatakan bahwa bocoran percakapan via jaringan kabel itu asli.
 
"Publik Inggris mengharapkan para dubes memberikan penilaian jujur atas dunia politik di negara tempat mereka ditugaskan. Tapi pandangan mereka tentu saja bukan pandangan pemerintah. Tapi kami menggaji mereka untuk berkata jujur. Sama seperti Dubes AS di sini yang akan mengirimkan penilaiannya atas politik Westminster ke negaranya," ujar sumber tersebut.
 
Dubes Darroch juga menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan AS terhadap Iran. Menurutnya, kebijakan Trump atas Iran relatif "kacau."
 
Mengenai keputusan Trump membatalkan serangan balasan ke Iran atas penembakan drone, Dubes Darroch menilainya hanya sebagai langkah untuk menarik dukungan di pemilihan umum 2020. Semasa kampanye 2016, Trump pernah berjanji "akan keluar dari semua perang di negara asing dan memulangkan setiap prajurit Amerika."
 
"Kemungkinan besar kebijakan AS atas Iran tidka akan menjadi lebih koheren dalam waktu dekat. Pemerintahan (Trump) saat ini terbelah," tulis memo Dubes Darroch kepada Kemenlu Inggris.
 
Memo lainnya menyebutkan bahwa Trump sering berkonsultasi mengenai urusan politik dengan teman-temannya di luar Gedung Putih.
 
Hingga saat ini pemerintah AS belum mengomentari mengenai bocoran percakapan Dubes Darroch dengan Kemenlu Inggris. Sejumlah pihak memprediksi bocoran tersebut akan menjadi akhir dari masa jabatan Dubes Darroch di Washington.
 
Pemimpin Partai Brexit Inggris Nigel Farage telah menyerukan agar Dubes Darroch segera mundur dari jabatannya.
 
"Semakin cepat dia pergi, semakin baik," tutur Farage, salah satu teman dekat Trump, dalam laporan di The Daily Mail.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif