Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski. (Foto: AFP/Peruvian Presidency)
Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski. (Foto: AFP/Peruvian Presidency)

Presiden Peru Tolak Mundur di Tengah Tuduhan Korupsi

Willy Haryono • 15 Desember 2017 15:13
Lima: Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski menolak desakan untuk mundur dari jabatannya di tengah tuduhan korupsi dan menerima suap dari perusahaan Odebrecht asal Brasil.
 
Oposisi menyampaikan ultimatum bahwa Kuczynski harus mundur atau bersiap menghadapi pemakzulan.
 
"Saya tidak akan mundur dari kehormatan atau nilai-nilai serta tanggung jawab saya sebagai presiden," ujar Kuczynski dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, seperti dilansir AFP, Kamis 14 Desember 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak akan lari dan bersembunyi, karena memang tidak memiliki alasan untuk hal tersebut," lanjut dia, yang berjanji kooperatif dengan jalannya penyelidikan oleh Kongres dan kantor Jaksa Agung Peru.
 
Partai Kekuatan Populer yang menguasai Kongres Peru mengingatkan bahwa proses pemakzulan akan dimulai jika Kuczynski tidak segera mundur. 
 
Odebrecht, perusahaan konstruksi asal Brasil, mengaku telah membayar Kuczynski lima juta dolar atas jasa konsultasi antara 2004 dan 2013. Selama periode tersebut, Kuczynski adalah menteri ekonomi dan kepala kabinet presiden saat itu, Alejandro Toledo. 
 
"Sudah jelas bahwa dia tidak bisa lagi dibiarkan bertahan di posisi tertinggi pemerintahan," tutur juru bicara Partai Kekuatan Populer, Daniel Salaverry, merujuk pada Kuczynski. 
 
Dalam pidatonya, Kuczynski menegaskan tidak akan mundur. "Perbaikan demokrasi di negara kita ini harus dibayar dengan harga mahal, dan kita tidak boleh merusaknya," ungkap Kuczynski.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif