Iran Siap Berdialog Jika AS Mengubah Sikap
Menlu Iran Javad Zarif di Istanbul, Turki, 30 Oktober 2018. (Foto: AFP/OZAN KOSE)
Antalya: Amerika Serikat sudah menjatuhkan kembali sanksi ekonomi kepada Iran dan mulai berlaku pada Senin 5 November 2018. Sanksi dijatuhkan usai Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 pada Mei lalu.

Meski merasa kesal, Iran menegaskan masih membuka diri untuk berdialog dengan Amerika Serikat. Namun Teheran ingin Washington terlebih dahulu mengubah sikap dan pendekatannya terhadap Iran.

Dalam wawanara dengan kantor berita USA Today, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan negaranya akan mempertimbangkan jalur diplomasi dengan AS jika ada "landasan untuk bergerak menuju dialog yang bermanfaat" terkait perjanjian nuklir.


"Rasa saling percaya bukan sebuah persyaratan untuk memulai negosiasi -- saling menghormati adalah sebuah persyaratan," tutur Zarif.

Agustus lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengaku bersedia berdialog dengan Trump terkait perjanjian nuklir 2015 -- Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Namun ia mempertanyakan "ketulusan" Trump jika dialog itu benar-benar terjadi nantinya.

Penasihat Keamanan Nasional AS menilai ucapan Rouhani tersebut sebagai sebuah propaganda. Hubungan diplomatik Iran dan AS secara resmi terputus usai Trump menarik diri dari JCPOA.

"Pemerintahan Trump tidak percaya terhadap kekuatan diplomasi. Mereka percaya pada kekuatan pemaksaan," sebut Zarif.

Trump menegaskan penjatuhan kembali sanksi bertujuan untuk melayangkan tekanan yang lebih kuat agar Iran berhenti mengembangkan program nuklir. Namun Iran berkukuh selama ini tunduk pada JCPOA. Sejumlah tim inspektur Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menilai Iran selama ini mematuhi isi dari JCPOA.

Baca: AS Beri Tekanan Maksimum untuk Ekonomi Iran



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id