Alex Pretti (37), warga Minneapolis AS yang tewas ditembak agen ICE. ist
Alex Pretti (37), warga Minneapolis AS yang tewas ditembak agen ICE. ist

Sosok Alex Pretti yang Tewas Ditembak Agen ICE, Tak Punya Catatan Kriminal

Adri Prima • 25 Januari 2026 20:58
Minneapolis: Warga Minneapolis, Amerika Serikat, Alex Pretti, 37, tewas dalam insiden penembakan oleh agen imigrasi federal pada Sabtu, 24 Januari 2026. 
 
Pretti dikenal sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk menolong orang lain. Keluarga dan rekan kerjanya mengenang Pretti sebagai perawat yang penuh empati, gambaran yang dinilai bertolak belakang dengan narasi ancaman yang disampaikan otoritas federal.
 
Selama hampir lima tahun, Pretti bekerja sebagai perawat Unit Perawatan Intensif (ICU) di Minneapolis VA Medical Center. Ia menangani para veteran Amerika Serikat dengan kondisi kritis. Tidak hanya itu, Pretti juga aktif terlibat dalam penelitian medis yang bertujuan mencegah kematian veteran akibat kanker usus besar.
 

Pretti di mata keluarga dan rekan kerja


Kedua orang tua Pretti, Michael dan Susan Pretti, menyampaikan duka mendalam atas kepergian putra mereka yang selama hidupnya ingin memberi dampak positif bagi banyak orang.

“Alex adalah jiwa yang baik hati yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya, serta para veteran Amerika yang ia rawat sebagai perawat ICU. Alex ingin membuat perbedaan di dunia ini. Sayangnya, ia tidak akan bersama kami untuk melihat dampaknya,” ujar Michael dan Susan Pretti dalam sebuah pernyataan resmi.
 
Pernyataan serupa disampaikan Dr. Dimitri Drekonja, Kepala Bagian Penyakit Menular di Minneapolis VA, yang menyebut Pretti sebagai “orang baik dan tulus yang hidup untuk membantu orang lain.” Sementara itu, tetangganya, Jeannie Wiener, mengaku terkejut atas kejadian tersebut dan menggambarkan Pretti sebagai pribadi yang ramah serta menyenangkan.
 
Baca juga:
Donald Trump Bela Agen ICE yang Tembak Mati Warga Minneapolis
 

Memiliki izin senjata dan tidak punya catatan kriminal


Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) menyatakan penembakan dilakukan sebagai tindakan membela diri, setelah Pretti disebut memberikan perlawanan keras ketika agen berupaya melucuti senjatanya. Namun, analisis rekaman video oleh CNN menunjukkan seorang agen telah mengambil senjata Pretti sesaat sebelum tembakan dilepaskan.
 
Kepolisian Minneapolis mengonfirmasi bahwa Pretti merupakan pemilik senjata yang sah dan memiliki izin resmi. Catatan pengadilan juga menunjukkan tidak ada riwayat kriminal serius atas nama Pretti di negara bagian tersebut. Ia hanya pernah melakukan pelanggaran lalu lintas dan parkir ringan.
 
Keluarga Pretti dengan tegas membantah klaim bahwa putra mereka merupakan ancaman. Mereka meyakini pada saat kejadian, Alex justru berupaya melindungi seorang perempuan yang berada di sekitar lokasi agen federal.
 
“Kebohongan memuakkan yang diceritakan tentang putra kami oleh pemerintah adalah hal yang tercela dan menjijikkan. Dia adalah orang baik,” tegas orang tua korban.
 

Ikut demonstrasi tuntut keadilan Renee Good yang juga tewas ditembak


Keterlibatan Pretti dalam aksi protes terhadap operasi imigrasi federal disebut bermula setelah kematian Renee Good, warga sipil lain yang tewas akibat tindakan agen federal pada awal bulan ini. Ayah Pretti mengatakan putranya merasa marah dan kecewa terhadap pendekatan keras yang dilakukan aparat di Minneapolis.
 
Michael Pretti mengungkapkan dirinya sempat mengingatkan sang anak agar berhati-hati saat mengikuti demonstrasi. “Kami mendiskusikan hal ini dengannya sekitar dua minggu lalu, Anda tahu, silakan protes, tapi jangan terlibat (konfrontasi), jangan melakukan hal konyol. Dan dia bilang dia tahu itu. Dia tahu itu,” ujar Michael.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan