Debat bakal calon Presiden dari Partai Demokrat. Foto: AFP
Debat bakal calon Presiden dari Partai Demokrat. Foto: AFP

Bakal Capres Partai Demokrat Serang Donald Trump

Internasional partai demokrat Pilpres AS 2020 Pemakzulan Trump
Fajar Nugraha • 20 Desember 2019 13:23
Washington: Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat menyerang Presiden Donald Trump. Tetapi mereka juga berbenturan satu sama lain selama debat Kamis 19 Desember waktu setempat atau Jumat 20 Desember waktu Indonesia.
 
Sehari setelah keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS memakzulkan Presiden Trump, tujuh bakal calon kandidat dari Partai Demokrat bertarung sengit dalam debat yang disiarkan langsung. Bersama, mereka mendeklarasikan bahwa Trump harus dikalahkan dalam Pilpres AS 2020.
 
"Kita perlu mengembalikan integritas kepresidenan. Trump telah merendahkan citra lembaga kepresidenan, di luar apa yang saya bayangkan,” tegas kandidat terdepan, Joe Biden, seperti dikutip AFP, Jumat, 20 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senator Bernie Sanders, yang digadang sebagai kandidat kedua terkuat, mengecam Trump telah “menjalankan pemerintahan paling korup dalam sejarah modern negara ini.”
 
Sementara rekan sesama Senator, Elizabeth Warren mengatakan presiden mengabaikan orang miskin untuk melakukan "segala yang dia bisa untuk orang kaya dan memiliki koneksi kuat.”
 
Tetapi setelah panggilan untuk kepemimpinan moral yang lebih besar dari Gedung Putih, para kandidat kemudian melontarkan nada yang lebih agresif.
 
Warren meluncurkan serangannya yang paling tajam terhadap saingannya, Pete Buttigieg dengan mengatakan Wali Kota South Bend, Indiana telah mengadakan pengumpulan dana tertutup untuk orang kaya. Pengumpulan dana itu termasuk di ‘gua anggur’ milik miliuner berusia 37 tahun itu di California.
 
"Kekayaan bersih Anda adalah 100 kali milikku," ujar Buttigieg kepada Warren.
 
"Aku tidak menjual akses ke waktuku," balas Warren.
 
Sementara Warren memukul Buttigieg karena uang dalam politik, Senator Amy Klobuchar juga berusaha untuk membungkamnya.
 
"Aku tidak datang ke sini untuk mendengarkan argumen ini. Aku datang ke sini untuk membuat kasus untuk kemajuan dan aku bahkan belum pernah ke gua anggur," pungkas Klobuchar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif