Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Trump Pertimbangkan Bersaksi dalam Penyelidikan Pemakzulan

Internasional Pemakzulan Trump
Willy Haryono • 19 November 2019 06:47
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku "sangat" mempertimbangkan tantangan dari Partai Demokrat untuk bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan terhadap dirinya.
 
Penyelidikan pemakzulan terhadap Trump dimulai atas tudingan penyalahgunaan wewenang oleh sang presiden. Trump diduga telah mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak dari politikus Joe Biden, demi kepentingan pemilihan umum 2020.
 
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi adalah tokoh yang memulai penyelidikan pemakzulan. "Presiden telah menyalahgunakan wewenangnya demi kepentingan politik dan pribadi, dengan mengorbankan kepentingan keamanan nasional kita," tulis Pelosi dalam sebuah surat kepada para anggota Demokrat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelosi kemudian menyerukan kepada Trump untuk mengatakan "kebenaran" di balik skandal Ukraina. "Pelosi meminta saya untuk bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan aneh ini. Dia juga bilang saya bisa melakukannya dalam bentuk tulisan," ungkap Trump d Twitter, dikutip dari AFP, Senin 18 November 2019.
 
"Meski saya tidak melakukan kesalahan apapun, dan saya juga tidak ingin memberikan kredibilitas atas penyelidikan ini, saya akan sangat mempertimbangkannya," lanjut dia.
 
Sejumlah pengamat menilai Trump kemungkinan tidak akan bersaksi di hadapan Komite Intelijen DPR AS terkait pemakzulan. Ungkapan Trump di Twitter diyakini hanya sebagai langkah taktis untuk menghadapi Pelosi.
 
Namun, kesaksian seorang presiden dalam kasus pemakzulan pernah terjadi dalam sejarah AS.
 
Pada 1998, presiden Bill Clinton bersaksi selama empat jam via sambungan video. Ia juga menjawab 81 pertanyaan tertulis dari Komite Yudisial DPR AS.
 
Clinton dimakzulkan di level DPR, namun dinyatakan tak bersalah di Senat AS.
 
Pekan ini, sejumlah orang dari Partai Demokrat dan juga Partai Republik akan bersaksi di hadapan Komite Intelijen DPR AS terkait pemakzulan Trump.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif