Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Whistleblower Pemakzulan Trump Siap Hadapi Partai Republik

Internasional donald trump Pemakzulan Trump
Willy Haryono • 04 November 2019 10:00
Washington: Pembocor rahasia atau whistleblower kasus pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku siap menghadirkan pernyataan tertulis untuk menjawab sejumlah pertanyaan dari Partai Republik (GOP).
 
Pernyataan tersebut dilontarkan di tengah seruan Trump dan juga para pendukungnya agar identitas pembocor rahasia itu diumumkan ke publik.
 
Tim pengacara whistleblower kasus pemakzulan Trump mengatakan bahwa kliennya siap berkomunikasi langsung dengan para politisi Republik di Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat AS -- badan yang memimpin penyelidikan pemakzulan Trump.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Republik terus meminta agar identitas klien kami diungkap ke publik, yang tentu saja berisiko mengancam keselamatan diri dan juga keluarganya," kata Mark Zaid, salah satu pengacara whistleblower kasus Trump via Twitter, dikutip dari CGTN, Senin 4 November 2019.
 
Tawaran menghadirkan pernyataan tertulis disampaikan pengacara whistleblower kepada Devin Nunes, salah satu petinggi Republik di Komite Intelijen DPR AS. Pernyataan tertulis ini diklaim mewakili keinginan sang whistleblower agar penyelidikan pemakzulan Trump dijalankan secara non-partisan.
 
"Beberapa pesan GOP, termasuk dari Presiden Trump, berisi desakan agar identitas whistleblower dibuka," sebut Zaid.
 
Minggu 3 November kemarin, Trump menyerukan agar identitas pembocor rahasia segera dibuka. Disebut-sebut sebagai agen intelijen yang pernah bekerja di Gedung Putih, whistleblower itu adalah orang pertama yang melayangkan keluhan dugaan skandal antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
 
Menurut keluhan perdana sang whistleblower, Trump diduga telah menekan Zelenskiy agar mau menyelidiki Hunter Biden, anak dari Joe Biden -- politikus top Partai Demokrat yang hendak menjadi calon presiden untuk pemilihan umum 2020.
 
Beberapa diplomat aktif dan yang sudah pensiun, serta beberapa petinggi keamanan nasional AS, telah menguatkan esensi dari keterangan sang whistleblower mengenai skandal Ukraina.
 
Sebelumnya, Trump pernah mengatakan bahwa whistleblower ini kemungkinan adalah "orangnya (Barack) Obama."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif