AS dan Meksiko telah sepakat pada Juni lalu untuk berupaya memangkas gelombang imigran dalam kurun waktu 90 hari. Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengimplementasikan tarif dagang terhadap barang-barang impor Meksiko jika jumlah imigran tak kunjung berkurang.
Ebrard bersama sejumlah petinggi Meksiko lainnya berencana berkunjung ke Washington pekan depan untuk mendiskusikan berkurangnya jumlah imigran.
"Saya yakin tidak akan ada ancaman tarif pada pertemuan Selasa mendatang," kata Ebrard, disitat dari laman BBC.
Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif 5 persen untuk barang-barang Meksiko, yang angkanya akan bertambah pada setiap bulannya, jika jumlah imigran tak berkurang.
Menurut data Pemerintah AS, jumlah penangkapan imigran di perbatasan telah turun sekitar 72 ribu di bulan Juli dari sebelumnya 130 ribu pada Mei.
Meski penurunan penangkapan biasanya memang terjadi sepanjang musim panas, otoritas perbatasan membantah kondisi saat ini diakibatkan tren tersebut.
"Ini merupakan hasil dari negosiasi presiden dan pemerintahan (Trump) dengan mitra-mitra internasional kami," kata pelaksana tugas Komisioner Bea Cukai dan Perbatasan AS Mark Morgan bulan lalu.
Sejauh ini Trump belum merespons mengenai klaim keberhasilan Meksiko. Namun pekan ini ia telah melayangkan pujian atas upaya negara tetangganya itu.
"Saya ingin berterima kasih kepada Meksiko karena telah membantu kami," sebut Trump kepada awak media pada Rabu 4 September. "Mereka sangat membantu kami. Jauh lebih membantu daripada pihak lain," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News