PM Bahama Hubert Minnis saat memberikan keterangan pers di Nassau, 31 Agustus 2019. (Foto: AFP/JOSE ROMERO)
PM Bahama Hubert Minnis saat memberikan keterangan pers di Nassau, 31 Agustus 2019. (Foto: AFP/JOSE ROMERO)

Badai Dorian Terjang Bahama, PM Minnis Menangis

Willy Haryono • 02 September 2019 07:23
Nassau: Badai Dorian, yang diklasifikasikan berbahaya karena masuk Kategori 5, menerjang Bahama utara dengan kekuatan penuh, Minggu 1 September 2019. Badai datang dengan membawa hujan deras serta angin kencang yang bersifat destruktif.
 
Dengan kecepatan putaran angin mencapai 295 kilometer per jam, Dorian menerjang Kepulauan Abaco di Bahama. Badan Cuaca Nasional menyebut Dorian sebagai badai terkuat kedua yang berasal dari Atlantik.
 
Rangkaian foto dan video di media sosial memperlihatkan dampak kerusakan akibat Dorian. Sejauh ini, otoritas Bahama belum mengeluarkan laporan mengenai ada tidaknya korban serta skala kerusakan infrastruktur.

Sebagian wilayah di Kepulauan Abaco dikabarkan terendam air. Pusat Badai Nasional (NHC) di Miami menyebut, kecepatan putaran angin Dorian di Abaco dapat mencapai 354 km per jam.
 
Video di situs surat kabar Tribune 242 memperlihatkan ketinggian banjir hingga ke atap rumah warga di sebuah desa dekat wilayah pesisir di Bahama. Terlihat pula sejumlah kapal yang terguling, pepohonan tumbang dan lainnya.
 
Dalam video di situs lain terlihat sejumlah mobil rusak atau terguling, tiang listrik dan pohon tumbang serta area pekarangan rumah warga yang dipenuhi beragam benda. Media AFP belum dapat mengonfirmasi apakah sejumlah video itu adalah situasi terkini di Bahama.
 
Radio lokal melaporkan bahwa sejumlah warga sempat meminta tolong usai angin kencang menerbangkan atap Hotel Island Breezes di Marsh Harbour, sebuah area di Kepulauan Abaco.
 
Pada pukul 22.00 GMT, Dorian berada 120 km dari timur Freeport pulau Grand Bahama, dan bergerak perlahan ke arah barat. Ribuan orang di Grand Bahama telah mengungsi ke tempat aman.
 
Perdana Menteri Bahama Hubert Minnis sempat meneteskan air mata dalam konferensi pers. "Mungkin ini adalah hari terburuk dan tersedih dalam hidup saya," ujar PM Minnis, dilaporkan dari kantor berita Nassau Guardian.
 
"Kami sedang menghadapi sebuah badai, dengan kekuatan yang belum pernah kami lihat dan rasakan sepanjang sejarah berdirinya Bahama," lanjut dia.
 
Sebelumnya, PM Minnis telah mengimbau seluruh warga untuk mengungsi sementara karena badai Dorian "sangat kuat dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa."
 
NHC sempat memprediksi bahwa Dorian berpotensi tiba di Florida pada Senin atau Selasa mendatang usai menerjang Bahama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan