Tawa dan Tangis George W Bush untuk Ayahnya
Mantan Presiden AS George W Bush menangis saat memberikan pidato untuk pemakaman ayahnya. (Foto: AFP).
Washington: Pidato perpisahan George W Bush untuk sang ayah diwarnai gelak tawa dan air mata. Pidato tersebut disampaikan dalam ibadah pemakaman kenegaraan sang ayah di Katedral Nasional Washington.

Dia mengawali pidatonya dengan ungkapan 'mati muda selambat mungkin', yang merupakan ungkapan sang ayah, George HW Bush. Pernyataannya disambut tawa seisi ruangan.

Dia juga menyebutkan ayahnya tahu caranya mati sejak masih kecil. Pasalnya Bush Senior menhidap penyakit infeksi Staph yang hampir merenggut nyawanya.


Bush Junior menambahkan, meski memiliki karier yang panjang, ayahnya tidak lupa dengan keluarga dan bersenang-sebang. Bahkan, katanya, sang ayah memiliki grup surat elektronik khusus untuk membahas lelucon terbaru bersama teman-temannya.

"Ayah selalu sibuk, selalu bergerak, namun tidak pernah terlalu sibuk untuk berbagi cinta dalam hidupnya bersama orang-orang sekitar," tutur Bush Junior, dilansir dari laman AFP, Kamis 6 Desember 2018.

Dengan pengalamannya melihat teman-temannya tewas di medan perang, Bush Senior sangat menghargai hidup. Dia mengatakan, ayahnya dapat menjadi contoh baik bagi seseorang.

"Jumat lalu, saat saya diberitahu hidupnya hanya tinggal hitungan menit, saya meneleponnya. Saya mengatakan 'Ayah, saya mencintaimu. Ayah sudah menjadi bapak yang baik'," katanya.

"Dan kata-kata terakhir yang ia ucapkan adalah, 'Saya juga mencintaimu'," imbuh Bush Junior.

Dia tak bisa menahan tangisnya saat menyampaikan salam perpisahan untuk sang ayah. Dia mengaku senang mengetahui sang ayah dikubur disamping ibunya, Barbara dan adiknya, Robin yang meninggal akibat leukimia saat masih sangat kecil.

"Dalam duka, kami tetap tersenyum. Kami tahu ayah bisa kembali memeluk Robin dan memegang tangan ibu," ungkap George W Bush.

Di usia senja, Bush senior keluar masuk rumah sakit atas berbagai keluhan, termasuk penyakit Parkinson. April lalu, Bush senior dirawat atas infeksi darah.

Pada Juli 2015, dia dibawa ke rumah sakit setelah menderita retak tulang di bagian leher. Setelah insiden Juli 2015 itu, enam bulan kemudian dia dibawa ke rumah sakit Houston Methodist setelah mengeluhkan kesulitan bernapas.
 
Sebelumnya pula pada 2012, Bush juga dirawat akibat batuk yang terkait bronkitis. Dia sempat menghabiskan waktu di rumah sakit hingga akhirnya diperbolehkan pulang pada awal 2013.

Bush senior meninggal dunia di usia 94 tahun di rumahnya di Texas pada Jumat 30 November. Ia merupakan presiden ke-41 AS yang memimpin Negeri Paman Sam melewati Perang Dingin.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id