Juru bicara dinas keamanan negara bagian Guerrero, Roberto Alvarez, melaporkan bahwa puluhan jasad ditemukan di sekitar sel, dapur, halaman dan tempat kunjungan tamu di penjara federal Las Cruces.
"Insiden dipicu perseteruan sejumlah grup di dalam penjara," tutur Alvarez dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir AFP.
Kepolisian Guerrero telah mengamankan situasi di penjara tersebut, dengan didukung otoritas federal dan militer, yang mendirikan blokade di luar penjara.
Gubernur Guerrero telah memerintahkan investigasi penyebab kerusuhan, termasuk dengan memeriksa semua staf penjara.
Alvarez menyebut banyak narapidana yang tewas ditusuk benda tajam atau dipukuli. Beberapa sipir mengatakan ada juga sejumlah napi yang lehernya digorok.
Puluhan sanak famili dan kerabat berkumpul di luar area, , menanti kabar anggota keluarga mereka yang ditahan di penjara Las Cruces. Banyak dari mereka juga bentrok denga petugas karena mencoba masuk ke area penjara.
Banyak penjara di Meksiko kelebihan kapasitas. Hal tersebut memicu terjadinya kerusuhan atau aksi melarikan diri dari penjara.
Peristiwa di Las Cruces merupakan kerusuhan terburuk di Meksiko setelah 49 narapidana tewas pada Februari 2016 di penjara Topo Chico.
Narapidana memiliki kontrol de facto di banyak penjara Meksiko. Senjata api dan narkoba banyak beredar di dalam penjara, dan sejumlah pakar menilai jaringan kejahatan sering beroperasi dari balik jeruji besi.
Setelah kerusuhan di Monterrey tahun lalu, otoritas menemukan puluhan pisau, kokain dan televisi layar datar di penjara. Hal tersebut mengindikasikan adanya aktivitas kartel di dalam penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News