AS Kritik Upaya Serbia Tak Akui Pembantaian Muslim Bosnia
Peti mati dari sebagian korban pembantaian di Srebrenica di Tugu Peringatan Srebrenica, Sarajevo (Foto: AFP).
Washington: Amerika Serikat (AS) mengkritik keras upaya dari Republik Serbia untuk menolak laporan mengenai pembantaian terhadap 8.000 warga Muslim Bosnia di Sebrenica.
 
Pembantaian itu terjadi selama Perang Balkan pada 1992-1995 oleh pasukan Bosnia Serbia. Laporan yang dikeluarkan pada 2004 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menunjukkan bahwa terjadi genosida di Sebrenica terhadap warga Muslim di Bosnia.
 
Namun pada 14 Agustus 2018, parlemen dari Republik Serbia menginisiasi pemungutan suara untuk menarik dukungan atas laporan 2004. Hal tersebut memicu kecaman, karena mengakui laporan ini merupakan bentuk rekonsiliasi di Balkan.
 
"Pemungutan suara pada 14 Agusutus oleh Parlemen Nasional Republik Srpska (Serbia) adalah langkah yang salah," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip AFP, Kamis 16 Agustus 2018.
 
"Percobaan untuk menolak atau mengubah laporan mengenai (pembantaian) Srebrenica adalah upaya luas untuk merevisi fakta pascaperang. Ini adalah bentuk upaya menolak sejarah dan mempolitisiasi tragedi. Menjadi kepentingan Republik Srpska untuk mengubah penjahat perang sebagai pahlawan dan memastikan kejahatan mereka akan ditolak secara publik," tegas pernyataan itu.
 
Pemungutan suara ini diprakarsai oleh Presiden Milorad Dodik yang dikenal sebagai tokoh nasionalis. Beberapa pengamat mengatakan itu adalah isu terbaru yang digunakan oleh partai berkuasa Serbia untuk memobilisasi pemilih di seputar agenda nasionalis menjelang pemilihan umum Oktober.
 
Dodik, seorang pendukung pemisahan wilayah Serbia dari Bosnia, selalu menolak putusan oleh dua pengadilan kejahatan perang, Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) dan Pengadilan Internasional, bahwa kekejaman Srebrenica memenuhi syarat sebagai genosida.
 
Meskipun mengakui kejahatan terjadi, Dodik mengatakan jumlah mereka yang tewas telah dibesar-besarkan dalam laporan tahun 2004 dan itu seharusnya termasuk korban Serbia.
 
Parlemen menyimpulkan bahwa komisi internasional independen baru harus dibentuk untuk menentukan kerusakan yang diderita oleh semua orang di wilayah Srebrenica.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id