"Serangan ini bertujuan untuk "mengusir" saya dari pemerintahan," ucap Maduro, seperti dikutip Reuters, Rabu 28 Juni 2017.
"Itu bisa menyebabkan tragedi dengan menewaskan dan melukai orang-orang," lanjut dia lagi.
Maduro melanjutkan, helikopter tersebut menembaki MA Venezuela saat acara sosial sedang berlangsung. Namun, Maduro mengatakan, pertahanan udara negara langsung diaktifkan.
Sementara, oposisi menuduh Maduro mengeluarkan pernyataan palsu soal helikopter polisi yang sengaja menembaki MA Venezuela ini.
Tiga bulan terakhir, Venezuela memang sedang diguncang krisis politik dan juga ekonomi di mana setiap hari bentrokan dan demonstrasi pecah di ibu kota juga kota-kota lainnya.
Menambah ketegangan kabar ini, muncul sebuah helikopter polisi yang membawa spanduk anti-pemerintah muncul di berbagai sosial media bersamaan dengan pernyataan Maduro tersebut.
Pernyataan dari Maduro juga menyebutkan, salah satu pilot yang ada di dalam helikopter tersebut pernah bekerja untuk mantan Menteri Dalam Negeri Venezuela, Miguel Rodriguez Torres.
Torres dituduh bekerja sama dengan CIA dan pernah memimpin kampanye melawan Maduro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News