Lima: Petinggi perusahaan minyak Peru memperingatkan bencana besar setelah warga lokal memotong jalur pipa minyak di wilayah Amazon. Hal itu memicu tumpahan minyak yang mencapai 8.000 barel minyak.
“Kita mungkin saja dihadapkan pada bencana lingkungan paling parah,” ujar Manajer Petroperu, Beatriz Alva, kepada televisi N, yang dikutip AFP, Kamis, 29 November 2018.
“Hingga saat ini kurang lebih minyak mentah yang tumpah mencapai 8.000 barel,” jelasnya.
Tumpahan minyak itu dipicu warga di Distrik Morona, Loreto yang memotong jalur pipa pada Selasa 27 November. Warga pun mencegah para pekerja untuk memperbaiki pipa tersebut. Mereka yang melakukan tindakan ini ada suku asli wilayah tersebut.
Warga desa sebelumnya sudah mengancam jalur pipa yang menyalurkan minyak dari sumur Amazonian hingga ke kilang minyak yang berada pesisir. Ancaman itu dipicu kecurangan yang terjadi dalam pemilu daerah pada Oktober lalu.
Wilayah Amazon, di Peru beberapa kali terjadi pemotongan jalur pipa. Beberapa kejadian disebabkan oleh pipa itu kurang dirawat atau disebabkan karena serangan akibat protes.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan