Tiza Mafira (kedua dari kiri), hadir dalam perhelatan Mill Valey Film Festival 2019. Foto: Dok.KJRI San Francisco.
Tiza Mafira (kedua dari kiri), hadir dalam perhelatan Mill Valey Film Festival 2019. Foto: Dok.KJRI San Francisco.

Suara Lantang Aktivis Indonesia Perangi Sampah Plastik

Internasional diplomasi luar negeri Tumpukan Sampah Plastik
Marcheilla Ariesta • 09 Oktober 2019 21:11
California: Aktivis lingkungan hidup Indonesia, Tiza Mafira, hadir dalam perhelatan Mill Valey Film Festival 2019. Tak hanya menghadiri pemutaran perdana film 'The Story of Plastic', Tiza juga menjadi salah satu pembicara diskusi panel film tersebut.
 
Ternyata, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik ini juga turut berkontribusi dalam film tersebut.
 
Film dokumenter ini disutradarai Deia Schlosberg dan diproduseri Stiv Wilson. Film ini memusatkan perhatian pada krisis plastik yang semakin mengkhawatirkan, mulai dari proses pembuatan hingga pembuangannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film ini menghantar para penonton ke berbagai negara yaitu AS, Belgia, Tiongkok, India, Filipina, dan Indonesia. Tak hanya itu, melalui film ini penonton juga diajak untuk berkenalan dengan aktivis-aktivis di negara-negara tersebut yang berjuang melawan polusi plastik.
 
Pada film ini, Tiza ditampilkan sebagai salah satu aktivis yang memerangi polusi plastik di Indonesia. Bersama dengan Prigi Arisandi dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Surabaya.
 
"Setelah menonton film dokumenter tersebut, saya semakin bersemangat karena menyadari bahwa apa yang diperjuangkan selama ini di Indonesia ternyata merupakan bagian yang signifikan dari pergerakan global melawan polusi plastik, dan merupakan sesuatu yang benar-benar patut diperjuangkan," tutur Tiza dikutip dari pernyataan KJRI San Francisco, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Rekaman video dokumenter ini menampilkan bencana yang sedang berlangsung di berbagai negara. Terlihat lahan-lahan penuh dengan sampah yang menumpuk seperti gunung, sungai dan laut yang tersumbat oleh sampah plastik, serta udara yang tercemar oleh bahan beracun dari produksi plastik dan proses daur ulang.
 
Film ini juga mengangkat perspektif manajemen sampah dari kacamata negara maju dan negara berkembang. Pada film ini, Indonesia digambarkan sebagai negara yang seringkali disalahkan sebagai negara penyumbang sampah terbesar.
 
Namun dibalik itu sebenarnya negara maju memiliki kontribusi yang signifikan terhadap sampah tersebut. Kondisi tersebut menciptakan standar ganda, yang kemudian diangkat oleh film ini secara apik.
 
Mewakili KJRI San Francisco, Konsul Muda Ekonomi, Rizka Pravitianasari, turut hadir dalam pemutaran perdana film ini. Dia mengapresiasi kontribusi Tiza Mafira pada film 'The Story of Plastic' serta perjuangan rekan-rekan aktivis di Indonesia untuk menyelamatkan lingkungan hidup, baik dari segi kebijakan, implementasi, maupun edukasi kepada masyarakat.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif