Warga melintas di lokasi peringatan serangan 9/11 di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP.
Warga melintas di lokasi peringatan serangan 9/11 di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP.

Senat AS Perpanjang Dana Santunan Korban 9/11

Internasional amerika serikat 9/11
Arpan Rahman • 24 Juli 2019 18:19
Washington: Senat Amerika Serikat (AS) memilih untuk memperpanjang Dana Kompensasi Korban 9/11, yang berisiko kehabisan anggaran.
 
Dinukil dari BBC, Rabu 24 Juli 2019, dalam pemungutan suara, yang menghasilkan angka 97-2, Senat mengeluarkan RUU untuk melanjutkan pembayaran kompensasi hingga tahun 2090. Dana tersebut akan setop menerima klaim baru pada akhir 2020.
 
DPR sudah mendukung RUU tersebut. Presiden Donald Trump diperkirakan menandatanganinya. Dana Kompensasi Korban atau VCF mencakup biaya medis untuk responden pertama, sukarelawan, dan para korban selamat yang terluka dalam serangan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komedian Jon Stewart dan responden pertama yang selamat telah secara aktif berkampanye untuk perpanjangan ini. Selama kesaksian emosional pada Juni, Stewart mengutuk anggota parlemen yang disebutnya tidak bertindak.
 
Perpanjangan dana
 
VCF awalnya dibuat pada 2001, segera setelah serangan. VCF awalnya mendistribusikan lebih dari USD7 miliar kepada keluarga lebih dari 2.880 orang yang meninggal dan bagi 2.680 yang terluka.
 
Pada 2006, Kongres memilih untuk mengaktifkan kembali VCF. Meskipun seharusnya didanai sampai Desember 2020, pihak pengelola mengatakan lonjakan klaim baru-baru ini telah menyisakan dana dalam bahaya kehabisan uang.
 
Pembayaran mendatang buat korban 9/11 dan keluarga mereka akan dipotong sebanyak 70 persen. RUU baru memperpanjang tanggal kedaluwarsa hingga tahun fiskal 2090.
 
Pembuat undang-undang memperkirakan bahwa sekitar USD10 miliar akan dibayarkan selama dekade berikutnya.
 
Perkembangan terbaru
 
Hingga 80.000 orang -- termasuk petugas pemadam kebakaran, petugas kepolisian, pekerja darurat, kontraktor, dan staf kebersihan -- diyakini telah bergegas membantu para korban setelah serangan 9/11 di New York City dan Virginia.
 
Demi melakukan hal itu, banyak yang terkena puing-puing beracun di udara, termasuk asbes, timah, dan bubuk beton, yang menyebabkan silikosis.
 
Mereka bergabung dengan sekitar 400.000 orang yang diyakini telah terpapar kontaminan beracun, atau mengalami cedera atau trauma di Manhattan di hari serangan itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
 
Pada September 2018, terjadi 2.000 kematian terkait penyakit yang berhubungan dengan 9/11.
 
Pada akhir tahun lalu, banyak yang memperkirakan bahwa lebih banyak orang akan meninggal karena paparan racun daripada yang terbunuh dalam serangan sebenarnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif