Personel militer Korsel ambil bagian dari latihan gabungan Foal Eagle di Pohang, 5 April 2018. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)
Personel militer Korsel ambil bagian dari latihan gabungan Foal Eagle di Pohang, 5 April 2018. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

AS dan Korsel Akan Hentikan Latihan Militer Besar

Internasional korea utara korea selatan Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 02 Maret 2019 08:50
Washington: Amerika Serikat dan Korea Selatan berencana "menghentikan" latihan militer berskala besar seiring upaya Presiden Donald Trump untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Utara. Pernyataan dari seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu muncul usai Trump dan Kim mengakhiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi di Hanoi, Vietnam.
 
KTT Hanoi -- kali kedua bagi Trump dan Kim -- berakhir tanpa ada kesepakatan formal. Kedua kubu hanya mengindikasikan hendak berbicara lagi di masa mendatang.
 
Kantor berita NBC News pertama kali melaporkan bahwa latihan militer bertajuk Foal Eagle antara AS dan Korsel -- biasanya berjalan di musim semi -- akan dibatalkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Foal Eagle adalah latihan militer gabungan terbesar Washington dan Seoul. Latihan ini hampir selalu dikecam Korut, yang dinilainya sebagai persiapan untuk melancarkan invasi.
 
Dalam beberapa latihan di masa lalu, Foal Eagle sempat melibatkan 200 ribu personel militer Korsel dan 30 ribu dari AS. Foal Eagle juga berjalan bersamaan dengan latihan bertajuk Key Resolve.
 
Sejak Trump bertemu Kim dalam KTT kali pertama di Singapura tahun lalu, AS dan Korsel sudah menghentikan beberapa latihan militer gabungan. Sejumlah pesawat tipe pengebom dari militer AS juga sudah tidak terlihat di langit Korsel.
 
Selama ini, Trump beberapa kali menyebutkan bahwa latihan militer gabungan berskala besar dengan Korsel terlalu menghabiskan banyak uang. Dalam laporan NBC, seperti dilansir AFP, Sabtu 2 Maret 2019, disebutkan bahwa latihan berskala besar kemungkinan diganti dengan yang "lebih kecil serta spesifik."
 
Usai KTT Hanoi, Trump tidak menyinggung mengenai kemungkinan penarikan 28.500 personel militer AS dari Korsel. Padahal, sejumlah pihak sempat berspekulasi langkah itu mungkin diambil demi mendorong Korut melakukan denuklirisasi.
 
Penarikan pasukan AS dari Korsel dipastikan mendapat kecaman kuat dari Kongres di Washington dan juga Jepang, negara yang khawatir terhadap kekuatan nuklir Korut.
 
Sementara itu, Korut menjanjikan perundingan lebih lanjut usai KTT Hanoi berakhir. Trump juga mengatakan sebelum meninggalkan ibu kota Vietnam bahwa ia berharap dapat bertemu Kim lagi.
 
"Kadang-kadang Anda harus terus berjalan ke depan, dan ini adalah salah satu dari momen-momen seperti itu," kata Trump.
 
Baca:Korut Tawarkan Pembicaraan Baru dengan Trump
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif