Greta Thunberg asal Swedia berbicara dalam KTT Aksi Iklim di New York, AS, 23 September 2019. (Foto: AFP/JOHANNES EISELE)
Greta Thunberg asal Swedia berbicara dalam KTT Aksi Iklim di New York, AS, 23 September 2019. (Foto: AFP/JOHANNES EISELE)

Remaja Greta Thunberg Suarakan Perubahan Iklim di PBB

Willy Haryono • 25 September 2019 09:59
New York: Aktivis remaja asal Swedia Greta Thunberg bersuara vokal dalam isu perubahan iklim di Sidang Majelis Umum ke-74 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.
 
Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 4,5 menit, Thunberg menyebut sejumlah pemimpin dunia kurang peduli terhadap isu perubahan iklim yang berpotensi menghancurkan kehidupan di muka Bumi.
 
"Saya seharusnya tidak ada di sini. Saya seharusnya tetap bersekolah di seberang lautan sana," kata Thunberg, merujuk pada kampung halamannya di Swedia, dilansir dari AFP, Selasa 24 September 2019.

"Kita semua sedang berada dalam fase menuju kemusnahan massal, dan kalian hanya membicarakan soal uang dan pertumbuhan ekonomi. Berani-beraninya kalian berbuat seperti itu!" tegasnya.
 
Meski kata-katanya tidak terlalu menyentuh para pemimpin yang berbicara setelahnya, pidato Thunberg langsung menjadi viral di media sosial. Berbagai komentar di medsos bermunculan, mulai dari suara dukungan hingga penentangan dan penyerangan sosok pribadi.
 
Thunberg, remaja 16 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah umum, memutuskan cuti satu tahun untuk menyuarakan pandangannya mengenai perubahan iklim. Ia memulai gerakan perubahan iklim itu seorang diri di Stockholm pada Agustus 2018.
 
Kesederhaan aksi Thunberg mendapat perhatian global. Satu tahun berselang, gerakan serupa dilakukan di sejumlah negara dan diperkuat publisitas di medsos.
 
"Dia sangat jelas saat bersuara, dan saya rasa kata-katanya di PBB relevan dengan apa yang banyak orang rasakan," tutur Jennifer Morgan, direktur eksekutif kelompok lingkungan Greenpeace International.
 
Winnie Byanyima, direktur eksekutif Oxfam International, mengatakan kepada AFP bahwa Thunberg "menyampaikan pesan yang sangat kuat sehingga perlu didengar oleh kita semua."
 
Sementara itu, isu perubahan iklim dibahas di Konferensi Tingkat Tinggi Aksi Iklim PBB, yang merupakan bagian dari rangkaian Sidang Umum ke-74 PBB di New York. 
 
Utusan Khusus PBB untuk Perubahan Iklim, Luis Alfonso de Alba menilai target serta komitmen bidang lingkungan yang disusun dalam Perjanjian Iklim Paris kini sudah tidak lagi memadai untuk membatasi laju pemanasan global.
 
"Masalah terbesar saat ini adalah, kita perlu meningkatkan target. Walau seandainya seluruh komitmen dalam Perjanjian Iklim Paris 2015 terpenuhi, hasilnya masih relatif di bawah level yang kita butuhkan saat ini," kata de Alba.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan