Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez. (Foto: AFP/FEDERICO PARRA)
Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez. (Foto: AFP/FEDERICO PARRA)

Prajuritnya Tewas Diserang, Venezuela Salahkan Brasil

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 23 Desember 2019 08:10
Caracas: Seorang prajurit Venezuela tewas dalam serangan yang ditujukan ke sebuah unit militer di wilayah selatan pada Minggu 22 Desember. Pemerintah Venezuela menuding serangan ini dilancarkan lawan politik yang didukung Brasil.
 
"Hari ini, sebuah unit militer diserang oleh beberapa faksi oposisi ekstremis. Banyak senjata kami yang dicuri," kata Menteri Pertahanan Venezuela Jenderal Vladimir Padrino via Twitter.
 
"Dalam serangan teroris inilah seorang tentara kami tewas," sambung dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara menurut Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez, para penyerang "telah menerima bantuan kerja sama dari pemerintahan (Presiden Brasil) Jair Bolsonaro. "Enam orang berhasil ditangkap dalam serangan tersebut," sambung Rodriguez.
 
Pada 14 Desember, pemerintahan sosialis Venezuela menuding dua anggota parlemen tengah merencanakan kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro. Keduanya dituding terlibat dengan tokoh oposisi Juan Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Maduro.
 
Klaim Guaido tersebut telah diakui sekitar 50 negara, termasuk Amerika Serikat.
 
Menurut Rodriguez, rencana kudeta meliputi perebutan dua barak militer di negara bagian Sucre. Ia menyebut perebutan tersebut merupakan bagian kecil dari rencana besar merebut ibu kota Caracas dan wilayah lainnya di Venezuela.
 
Konflik politik di Venezuela dimulai sejak Januari tahun ini. Pemicu konflik adalah tudingan oposisi bahwa Maduro telah berbuat curang dalam pemilihan umum 2018 sehingga dapat terpilih kembali sebagai presiden.
 
Meski Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim, posisi Maduro tetap kokoh karena masih didukung sebagian besar elemen militer Venezuela. Ia juga mendapat dukungan dari beberapa negara besar seperti Rusia dan Tiongkok.
 
Selain krisis politik, Venezuela juga dilanda resesi mendalam selama lima tahun. Pasokan makanan dan obat-obatan sering menjadi masalah dalam periode tersebut, dan kualitas layanan publik juga menurun drastis.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif