AS menembakkan replika misil balistik antar benua dari Pangkalan Udara Vandenberg di California, 3 Mei 2017. (Foto: AFP/RINGO CHIU)
AS menembakkan replika misil balistik antar benua dari Pangkalan Udara Vandenberg di California, 3 Mei 2017. (Foto: AFP/RINGO CHIU)

AS Sukses Uji Coba Sistem Pertahanan Misil Antar Benua

Internasional korea utara militer as
Willy Haryono • 31 Mei 2017 11:47
medcom.id, California: Militer Amerika Serikat (AS) berhasil menembak jatuh sebuah replika misil balistik antar benua dalam uji coba sistem pertahanan di tengah kekhawatiran atas program senjata Korea Utara. 
 
Menurut keterangan militer AS, sistem pertahanan misil di Pangkalan Udara Vandenberg di California "sukses menembak sebuah target misil balistik antar benua" yang ditembakkan dari Situs Tes Reagan di Kepulauan Marshall, Selasa 30 Mei 2017. 
 
Dinamakan Ground-based Midcourse Defense (GMD), sistem pertahanan ini menembakkan sebuah roket ke udara, yang kemudian melepaskan "kendaraan penghancur exo-atmospheric" dan menghantam replika dari misil antar benua atau ICBM. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sistem ini penting bagi pertahanan negara kami. Tes ini mendemonstrasikan bahwa kami mempunyai pertahanan kredibel terhadap ancaman nyata," ucap Wakil Laksamana Jim Syring, Direktur Agensi Pertahanan Misil AS, seperti dikutip AFP.
 
Uji coba kali ini menandai kemajuan signifikan dalam sistem GMD, yang sebelumnya belum menunjukkan hasil memuaskan. 
 
GMD sempat gagal menembak tiga ICMB yang kecepatannya lebih rendah di masa lalu. 
 
Ancaman Korut
 
Demonstrasi GMD dilakukan satu hari setelah Korut menembakkan sebuah misil balistik. Juru bicara Kementerian Pertahanan AS Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan uji coba GMD tidak dijadwalkan secara spesifik untuk merespons misil Pyongyang. 
 
Namun ia menyebut, "secara umum Korut adalah salah satu alasan bagi kami untuk memiliki sistem pertahanan ini."
 
"Mereka (Korut) terus melakukan uji coba peluncuran, yang juga kita lihat pekan ini, dengan menggunakan retorika berbahaya bahwa mereka ingin menghancurkan Amerika Serikat," lanjut dia. 
 
Teknologi di balik GMD sangat kompleks, karena menggunakan banyak sensor yang disebar secara global untuk mendeteksi dan melacak ancaman misil. 
 
AS menyebut prinsip dari GMD adalah sebuah sistem yang menghancurkan peluru dengan menggunakan peluru dalam kecepatan tinggi.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif