Pemerintahan Donald Trump dan Senat AS kembali tidak setuju terkait penutupan pemerintahan. (Foto: AFP).
Pemerintahan Donald Trump dan Senat AS kembali tidak setuju terkait penutupan pemerintahan. (Foto: AFP).

Shutdown Pemerintah AS Masih Terus Berlanjut

Internasional pemerintahan as
Fajar Nugraha • 25 Januari 2019 14:03
Washington: Senat Amerika Serikat (AS) pada Kamis 24 Januari waktu setempat atau Jumat 25 Januari waktu Indonesia memblokir rencana Presiden AS Donald Trump untuk membangun tembok pembatas. Akibatnya, shutdown atau penutupan pemerintah kembali berlanjut.
 
Tetapi Presiden Donald Trump menunjukkan sinyal akan mendukung proposal baru jika melibatkan tembok pembatas perbatasan dengan Meksiko. Kini pegawai pemerintah federal harus gigit jari karena belum bisa bekerja ataupun menerima gaji.
 
Kebuntuan legislatif membuat Kongres dan Presiden AS menahan malu. Mereka terombang-ambing ketika ribuan pekerja federal,- beberapa bergantung pada kupon makanan untuk memenuhi kebutuhan,- akan kehilangan gaji kedua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun tak lama setelah pemungutan suara, jalan keluar yang mungkin dari krisis yang semakin dalam mulai terbentuk, ketika para pemimpin Senat meringkuk secara pribadi untuk membahas proposal untuk mendanai pegawai federal yang telah lewat selama tiga minggu. Hal ini memungkinkan perundingan mengenai keamanan perbatasan.
 
Ditanya apakah dia akan mendukung rencana itu, Trump tidak berkomitmen, mengatakan bahwa dia masih menginginkan dana untuk temboknya.
 
"Jika mereka mencapai kesepakatan yang masuk akal, saya akan mendukungnya. Kita harus memiliki tembok di negara ini,” ucap Trump, seperti dikutip AFP, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Trump mendukung langkah Senat yang akan membuka kembali pemerintah, mendanai tembok dan termasuk beberapa perubahan kebijakan imigrasi. Langkah itu menghasilkan dukungan 50 suara dan 47 yang menolak, tetapi perlu 60 suara menang.
 
Sementara proposal saingan yang dikeluarkan oleh Senat dari Partai Demokrat mengajukan pembukaan pemerintahan pada 8 Februari tanpa mendanai tembok Trump. Proposal ini meninggalkan celah untuk negosiasi keamanan perbatasan, juga gagal bergerak maju dengan perhitungan yang sama.
 
Trump sudah bergerak cepat setelah dipaksa untuk menunda pidato kenegaraan tahunannya oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Trump menyebutkan pidato itu akan dilakukan pemerintah beroperasi penuh.
 
Meskipun rusak secara politis, Trump berdiri kokoh di atas permintaannya untuk miliaran dolar dalam pendanaan untuk dinding perbatasan sebagai bagian dari paket anggaran keseluruhan.
 
"Sangat sederhana, tanpa Tembok itu semua tidak bekerja," tulis Trump dalam Twitter.
 
"Kami tidak akan membisu!”, tegasnya.
 
Shutdown atau penutupan pemerintah sekarang sudah memasuki hari ke-34. Para pekerja federal dibiarkan tidak dibayar di seluruh negeri dan hal serupa terjadi pada karyawan AS di luar negeri. Efeknya pun mendera jutaan warga lainnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif