Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: AFP)

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

Internasional amerika serikat arab saudi Jamal Khashoggi
Willy Haryono • 21 November 2018 13:59
Washington: Senat Amerika Serikat meminta Presiden Donald Trump untuk memastikan apakah Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman terlibat atau tidak dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
 
Seperti dilansir dari kantor berita BBC, Rabu 21 November 2018, permintaan dalam bentuk surat dilayangkan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS yang beranggotakan politikus Partai Demokrat dan Republik pada Selasa 20 November. Senat meminta Trump menggelar investigasi kedua soal Khashoggi.
 
Sebelumnya investigasi oleh Agensi Intelijen Pusat AS atau CIA meyakini bahwa Pangeran Mohammed berada di balik kematian Khashoggi. Namun Trump menyebut CIA belum mencapai angka "100 persen" dalam menyelesaikan investigasinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump membela hubungan AS dengan Arab Saudi meski komunitas global mengecam keras dan memberikan tekanan kuat terhadap Riyadh atas kematian Khashoggi. Sejumlah pihak menduga Pangeran Mohammed adalah orang yang memerintahkan pembunuhan tersebut.
 
Baca:Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara
 
Diwakili Senator Bob Corker dari Republik dan Bob Menendez asal Demokrat, Senat menyerukan kepada Trump agar fokus menjalankan investigasi kedua untuk "memastikan apakah seorang warga negara asing bertanggung jawab atas pembunuhan di luar jalur hukum, penyiksaan dan pelanggaran berat lainnya dalam urusan hak asasi manusia."
 
Permintaan Senat ini, dilayangkan di bawah aturan Global Magnitsky Human Rights Accountability Act, mewajibkan adanya respons dalam kurun waktu 120 hari.
 
Sementara itu beberapa hari lalu, tim jaksa Arab Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam operasi agen yang awalnya hanya hendak mengajak jurnalis itu ke Riyadh dengan cara "persuasif." Namun tim jaksa membantah klaim bahwa Putra Mahkota berada di balik operasi tersebut.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi