Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: AFP)
Washington: Senat Amerika Serikat meminta Presiden Donald Trump untuk memastikan apakah Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman terlibat atau tidak dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. 

Seperti dilansir dari kantor berita BBC, Rabu 21 November 2018, permintaan dalam bentuk surat dilayangkan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS yang beranggotakan politikus Partai Demokrat dan Republik pada Selasa 20 November. Senat meminta Trump menggelar investigasi kedua soal Khashoggi.

Sebelumnya investigasi oleh Agensi Intelijen Pusat AS atau CIA meyakini bahwa Pangeran Mohammed berada di balik kematian Khashoggi. Namun Trump menyebut CIA belum mencapai angka "100 persen" dalam menyelesaikan investigasinya.


Trump membela hubungan AS dengan Arab Saudi meski komunitas global mengecam keras dan memberikan tekanan kuat terhadap Riyadh atas kematian Khashoggi. Sejumlah pihak menduga Pangeran Mohammed adalah orang yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

Baca: Erdogan Bagikan Rekaman Khashoggi ke 5 Negara

Diwakili Senator Bob Corker dari Republik dan Bob Menendez asal Demokrat, Senat menyerukan kepada Trump agar fokus menjalankan investigasi kedua untuk "memastikan apakah seorang warga negara asing bertanggung jawab atas pembunuhan di luar jalur hukum, penyiksaan dan pelanggaran berat lainnya dalam urusan hak asasi manusia."

Permintaan Senat ini, dilayangkan di bawah aturan Global Magnitsky Human Rights Accountability Act, mewajibkan adanya respons dalam kurun waktu 120 hari.

Sementara itu beberapa hari lalu, tim jaksa Arab Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam operasi agen yang awalnya hanya hendak mengajak jurnalis itu ke Riyadh dengan cara "persuasif." Namun tim jaksa membantah klaim bahwa Putra Mahkota berada di balik operasi tersebut.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id