Sekitar 40 ribu orang di Meksiko telah dinyatakan hilang sejak 2006. (Foto: Rodrigo Arangua/AFP/Getty Images)
Sekitar 40 ribu orang di Meksiko telah dinyatakan hilang sejak 2006. (Foto: Rodrigo Arangua/AFP/Getty Images)

Meksiko Temukan 3.000 Kuburan Korban Perang Narkoba

Arpan Rahman • 01 September 2019 18:08
Mexico City: Lebih dari 3.000 kuburan rahasia korban perang narkotika di Meksiko telah ditemukan di sejumlah daerah di negara tersebut. Ini merupakan data resmi pertama yang dikeluarkan pemerintah Meksiko mengenai fenomena kejahatan narkoba.
 
Total 4.874 jenazah ditemukan di 3.025 kuburan. Karla Quintana, Kepala Komite Pencarian Nasional Meksiko, mengatakan bahwa banyak dari jasad di ribuan kuburan itu belum teridentifikasi.
 
"Ini adalah data horor," kata Quintana dalam sebuah konferensi pers di Mexico City, Jumat 30 Agustus. "Tapi ini bukan soal angka. Ini adalah mengenai ribuan orang yang mencari sanak famili mereka," lanjutnya, dikutip dari Guardian, belum lama ini.

Kasus orang hilang menjadi sesuatu yang biasa terjadi di tengah tingginya tingkat kekerasan terkait narkoba di Meksiko. Operasi militer dalam menghadapi grup kriminal terkait narkoba di Meksiko berjalan tidak efektif sejak dilancarkan pada 2006.
 
Lebih dari 200 ribu orang tewas sejak 2006 hingga saat ini, dan angka korban hilang diestimasi mencapai 40 ribu. Akurasi data tersebut masih dipertanyakan hingga kini karena beberapa pemerintahan di Brasil enggan mengakui tingkat keparahan masalah narkoba.
 
Andres Manuel Lopez Obrador menang dalam pemilihan umum presiden tahun lalu, dan berjanji akan menghadirkan data akurat mengenai korban kejahatan narkoba di Meksiko. Ia juga berjanji akan mengembangkan infrastruktur untuk mencari orang hilang secara efektif.
 
Quintana mengatakan 522 dari 3.025 kuburan ditemukan sejak pemerintahan baru Brasil mulai bekerja pada Desember tahun lalu.
 
Data mengenai ribuan kuburan ini dirilis bertepatan dengan Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa di Meksiko. Istilah Penghilangan Paksa biasanya dipakai untuk merujuk pada kasus orang hilang yang dikait-kaitkan dengan pasukan pemerintah.
 
Namun saat ini, sebagian besar kasus orang hilang dikaitkan dengan aktivitas kriminal, bukan pemerintah.
 
Felix Pita Garcia, warga Meksiko yang mengaku anaknya diambil prajurit pada 2010, menyambut baik kesediaan pemerintah saat ini untuk mencari orang-orang hilang.
 
"Ada perubahan besar di intenal pemerintah mengenai masalah (orang hilang) ini. Tapi hati saya saat ini masih hancur," pungkas Garcia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan