Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Abaikan Pemakzulan, Trump Sampaikan Pidato Kenegaraan

Internasional amerika serikat Pemakzulan Trump
Willy Haryono • 05 Februari 2020 09:25
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union di US Capitol di Washington DC, Selasa 4 Februari malam waktu setempat. Pidato disampaikan satu hari menjelang keputusan persidangan pemakzulan Trump di level Senat AS.
 
Selama ini, Trump menyebut proses pemakzulan terhadap dirinya sebagai sebuah "perburuan penyihir" yang dilakukan hanya untuk mencari-cari kesalahan. Juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan, tidak ada kata "pemakzulan" dalam naskah pidato Trump.
 
Pidato kenegaraan ini juga disampaikan dalam upaya meningkatkan intensitas kampanye pemilihan umum presiden AS 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiga tahun lalu, kita telah meluncurkan kebangkitan kembali Amerika. Malam ini, Saya berdiri di hadapan Anda semua untuk membagikan sejumlah hasil yang luar biasa," ucap Trump, berdasarkan naskah pidato yang dirilis Gedung Putih.
 
Trump mengatakan kebijakan deregulasi dan pemangkasan pajak yang telah diterapkannya merupakan faktor kesuksesan pertumbuhan ekonomi AS. Sejumlah kritikus menilai dua kebijakan tersebut justru telah merusak lingkungan dan hanya menguntungkan masyarakat kaya ketimbang miskin.
 
Selain soal pemangkasan pajak, Trump menyebut pakta perdagangan USMCA, perjanjian dagang dengan Tiongkok, penghentian imigran ilegal dan upaya menghentikan perang AS di Timur Tengah sebagai contoh dari komitmennya terhadap janji-janji politik terdahulu.
 
"Berbeda dari beberapa presiden sebelumnya, Saya telah memenuhi janji-janji saya," ungkap Trump, dikutip dari AFP, Rabu 5 Februari 2020.
 
Mencoba menyampaikan pesan persatuan di tengah masyarakat AS yang terpecah, Trump berkukuh dirinya sebagai mencoba membangun "masyarakat inklusif paling sejahtera di dunia." Ia menyebut semua orang dapat bergabung dalam masyarakat semacam itu.
 
Mengenai pemakzulan, Trump diyakini akan lolos dan tetap menjabat presiden. Ini dikarenakan mayoritas anggota Senat AS adalah anggota Partai Republik, dan sebagian besar dari mereka terindikasi sepakat akan mendeklarasikan Trump tidak bersalah.
 
Dalam proses pemakzulan ini, Trump menghadapi dua dakwaan: penyalahgunaan wewenang dan menghalangi penyelidikan Kongres AS. Pemakzulan terhadap Trump dipicu sambungan telepon dirinya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Juli lalu.
 
Kala itu, Trump meminta Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak dari Joe Biden -- politikus Partai Demokrat yang maju dalam pilpres AS 2020.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif