Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un saat KTT kedua AS-Korut di Hanoi, Vietnam. (Foto: AFP).
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un saat KTT kedua AS-Korut di Hanoi, Vietnam. (Foto: AFP).

Trump Batalkan Sanksi Baru ke Korut

Internasional Amerika Serikat-Korea Utara
Marcheilla Ariesta • 23 Maret 2019 09:00
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan sanksi baru untuk Korea Utara (Korut). Sanksi dikeluarkan Kementerian Keuangan untuk memperketat tekanan internasional kepada negara komunis tersebut.
 
"Sudah diumumkan hari ini oleh Departemen Keuangan AS bahwa sanksi tambahan skala besar akan ditambahkan ke Korea Utara. Hari ini, saya perintahkan penarikan sanksi tambahan itu!" kata Trump dalam akun Twitter-nya, Sabtu 23 Maret 2019.
 
Ini merupakan pertanda baru usai pertemuan kedua antara Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden Trump menyukai Pemimpin Kim dan dia berpikir sanksi ini tidak diperlukan," terang juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dilansir dari Channel News Asia.
 
Sementara itu, penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton mengatakan sanksi itu dimaksudkan untuk mengakhiri praktik pengiriman ilegal.
 
"Semua orang harus memperhatikan dan meninjau kegiatan mereka sendiri untuk memastikan mreeka tak terlibat dalam pelanggaran sanksi Korea Utara," katanya.
 
Sanksi ini tadinya akan diberikan ke Korut karena dua perusahaan Tiongkok dituduh membantu negara terisolasi itu menghindari sanksi internasional yang ketat. Sanksi-sanksi tersebut diberikan untuk menekan Pyongyang mengakhiri program senjata nuklirnya.
 
Sementara itu, Tiongkok mengeluh. Mereka mengatakan negara mana pun yang menjatuhkan sanksi sepihak, menentang resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Sejak KTT kedua di Hanoi yang gagal, tak ada tanda-tanda kontak langsung antara Washington dan Pyongyang. Meski demikian, Trump menekankan hubungan pribadinya dengan Kim tetap berjalan baik.
 
Korea Utara telah memperingatkan pihaknya tengah mempertimbangkan menunda perundingan dan memikirkan kembali pembekuan uji coba nuklir, kecuali jika AS membuat konsesi. Namun, AS menolak dan mengatakan sanksi akan dicabut bila denuklirisasi penuh sudah terealisasi.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif