Presiden AS Donald Trump terancam dimakzulkan. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump terancam dimakzulkan. Foto: AFP

Catatan Rahasia yang Bisa Berujung Pada Pemakzulan Trump

Internasional Pemakzulan Trump
Arpan Rahman • 12 November 2019 17:11
Washington: Para lingkaran terdekat Donald Trump khawatir catatan rahasia penasihat keamanannya yang dipecat mungkin terungkap selama penyelidikan terhadap perilaku presiden.
 
Lingkaran dalam Presiden Amerika Serikat itu dilaporkan semakin mengkhawatirkan apa yang bisa dikatakan John Bolton kepada para penyelidik pemakzulan. Mereka cemas mantan orang dalam Gedung Putih itu dipercaya bisa mendukung tuduhan baru dengan catatan luas.
 
Menurut laporan Business Insider, Bolton dikatakan sebagai pembuat nota paling produktif di tingkat atas Gedung Putih. Dia biasa mengisi catatan hukum dengan catatan kontemporer tentang apa yang dikatakan dalam pertemuan rahasia, demikian dilaporkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, laporan itu juga menunjukkan dia akan wajib menyerahkan apa pun yang berisi informasi rahasia ketika dia meninggalkan Gedung Putih.
 
Trump memecat Bolton pada September. Seraya berkata dia "sangat tidak setuju" dengan Bolton tentang "banyak masalah".
 
Presiden mengumumkan di Twitter ketika Bolton menjadi pejabat terbaru yang dipecat atau mengundurkan diri selama masa jabatan Trump.
 
"Saya memberi tahu John Bolton tadi malam bahwa layanannya tidak lagi diperlukan di Gedung Putih," katanya.
 
"Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti juga yang lainnya dalam Administrasi, dan karena itu saya meminta pengunduran diri John," tukasnya, dikutip dari The Sun, Selasa 12 November 2019.
 
Menurut CNN, keduanya beradu ‘argumen pahit’ tentang rencana kontroversial Presiden bertemu Taliban.
 
Sama sekali tidak ada bukti Bolton telah memegang informasi rahasia. Namun pada akhir pekan dilaporkan ia telah menandatangani kesepakatan untuk menceritakan tentang waktunya bekerja untuk Trump.
 
Dia mencapai kesepakatan USD2 juta yang dilaporkan selama beberapa pekan terakhir dengan Simon&Schuster, menurut tiga pejabat penerbitan yang tahu negosiasi tersebut.
 
Nama Bolton sering muncul baru-baru ini selama penyelidikan pemakzulan DPR, yang telah berfokus pada tekanan Trump pada Ukraina untuk menyelidiki saingan potensial pilpres 2020 Joe Biden.
 
Dan pengacaranya, Chuck Cooper, telah mengatakan kliennya "secara pribadi terlibat" dalam "banyak pertemuan dan percakapan yang relevan yang belum dibahas" dalam kesaksian pemakzulan.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif