Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Jaksa Pemakzulan Clinton Bergabung ke Tim Hukum Trump

Internasional donald trump Pemakzulan Trump
Willy Haryono • 18 Januari 2020 10:02
Washington: Tim hukum Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk persidangan di level Senat akan meliputi beberapa jaksa khusus dari kasus pemakzulan mantan presiden Bill Clinton. Trump akan dibantu Ken Starr dan Robert Ray yang pernah menyelidiki Bill Clinton, dan juga Alan Dershowitz yang pernah menangani beberapa klien ternama termasuk OJ Simpson.
 
Penasihat Gedung Putih Pat Cipollone dan pengacara pribadi Trump, Jay Sekulow, akan memimpin tim hukum tersebut. Pernyataan pembuka dalam sidang pemakzulan Trump akan dimulai pekan depan.
 
Dikutip dari BBC, Jumat 17 Januari 2020, Starr merupakan penasihat independen Kementerian Hukum AS yang menyelidiki skandal Whitewater, sebuah lahan di Arkansas yang meliputi Bill dan Hillary Clinton.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyelidikan tersebut mengungkap bukti yang sama sekali tak berhubungan, yakni bahwa Bill Clinton telah berselingkuh dengan pegawai magang Gedung Putih, Monica Lewinsky.
 
Investigasi berujung pada pemakzulan Clinton di level Dewan Perwakilan Rakyat AS pada 1998. Bill Clinton tetap menjadi presiden karena tidak dimakzulkan di level Senat. Ray menggantikan Starr sebagai penasihat independen.
 
Selain Starr dan Ray, Dershowitz juga akan membantu Trump. Ia merupakan pakar hukum dari Universitas Harvard yang pernah menangani beberapa klien selebritas, termasuk Mike Tyson.
 
Dershowitz mengaku telah berbicara dengan Trump pada Rabu kemarin mengenai kasus pemakzulan. "Saya sepakat (masuk ke tim Trump) sebagai cendekiawan konstitusi yang independen," tutur Dershowitz. "Saya tidak berada dalam posisi tertentu di politik. Saya hanya ingin membela konstitusi," sambungnya.
 
Mantan Jaksa Agung Florida Pam Bondi juga telah diminta untuk bergabung dalam tim Trump. Bondi telah bergabung dengan tim komunikasi Gedung Putih pada November lalu, yang ditugaskan untuk fokus terhadap "pesan pemakzulan secara proaktif."
 
Penyelidikan pemakzulan Trump dipicu laporan seorang pembocor rahasia atau whistleblower, yang mengatakan bahwa sang presiden telah meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden -- anak dari politikus Partai Demokrat Joe Biden.
 
Permintaan Trump kepada Zelenskiy dinilai melanggar konstitusi karena ditujukan untuk melemahkan Joe Biden, tokoh terdepan Demokrat untuk bersaing di pemilihan umum AS 2020.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif