Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berharap terpilih kembali. Foto: AFP
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berharap terpilih kembali. Foto: AFP

Pemilu Kanada, PM Trudeau Berharap Terpilih Kembali

Internasional politik kanada Justin Trudeau
Arpan Rahman • 21 Oktober 2019 15:39
Ottawa: Rakyat Kanada memberi suara dalam pemilihan umum, Senin 21 Oktober. Pemungutan suara diperkirakan ketat karena Partai Liberal pimpinan Perdana Menteri Justin Trudeau berisiko kehilangan mayoritas atau bahkan terpental dari jabatan.
 
Partai Liberal dan Konservatif, yang dipimpin oleh Andrew Scheer, dapat mengumpulkan suara yang sama. Para pakar menyebutnya sebagai salah satu pemilu paling ketat yang pernah ada.
 
Namun tak satu pun dari kedua partai yang memimpin Kanada sejak Konfederasi pada tahun 1867, diperkirakan mendapatkan dukungan yang cukup buat mendapatkan mayoritas mutlak kursi di parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada perhentian terakhir kampanye di ujung barat British Columbia pada Minggu, Trudeau membuat permohonan emosional kepada para pemilih untuk memungkinkannya membangun prestasi masa jabatan pertamanya.
 
Dia memperingatkan akan membalikkan kembali janji Scheer untuk perlindungan lingkungan termasuk pajak karbon federal yang mencegah penggunaan sejumlah besar bahan bakar fosil.
 
"Kita membutuhkan pemerintah yang kuat dan progresif yang akan menyatukan warga Kanada dan memerangi perubahan iklim -- bukan oposisi progresif," kata Trudeau pada rapat umum di pinggiran kota Vancouver sebelum jeda di Ontario, Manitoba, dan Alberta.
 
"Kita harus bersatu sebagai warga negara. Kita harus bersatu sebagai sebuah planet," serunya, disitat dari AFP, Senin 21 Oktober 2019.
 
Setelah menang di putaran kedua pemilu 2015 -- dalam pengulangan gelombang dukungan yang pada 1968 membawa mendiang ayahnya Pierre ke kekuasaan -- bintang Trudeau meredup saat menjabat.
 
Gambarannya telah dinodai oleh penyimpangan etika dalam penanganan penuntutan suap terhadap perusahaan raksasa rekayasa. Sementara kampanyenya diguncang kemunculan foto-foto lama dirinya dalam tata rias wajah hitam.
 
Partai demokrat sosial yang sedang bangkit dan separatis Quebec yang disadarkan kembali juga mendapat dukungan Liberal.
 
Tempat pemungutan suara pertama dibuka pukul 08.30 waktu setempat di Newfoundland, provinsi paling timur Kanada.
 
“Kampanye 40 hari, yang digambarkan oleh Trudeau sebagai salah satu yang paling kotor, paling menjijikkan dalam sejarah Kanada, telah menjadi gersang dari sudut pandang kebijakan publik," menurut jajak pendapat Nik Nanos dari Nanos Research.
 
Serangan iklan terkadang mengguncang kebenaran dengan tuduhan bahwa kaum Liberal akan mengesahkan obat-obatan terlarang dan Tories akan memungkinkan proliferasi senjata serbu. Pada satu rapat umum, Trudeau terpaksa mengenakan rompi anti peluru.
 
Trudeau mempertahankan rekornya: ekonomi yang kuat dan pengangguran rendah, ganja legal, pemindahan 60.000 pengungsi Suriah, kematian yang dibantu dokter, penyelidikan publik tentang perempuan adat yang hilang dan terbunuh, dan kesepakatan perdagangan bebas dengan Eropa, negara-negara Pasifik dan tetangga Amerika Utara.
 
Mantan presiden AS Barack Obama menjawab dengan dukungan, menyebut Trudeau sebagai "pemimpin efektif yang menangani masalah besar seperti perubahan iklim."
 
"Dunia membutuhkan kepemimpinan progresifnya sekarang," kata Obama dalam sebuah cuitan.
 
Sementara itu, Konservatif berdiri sendirian di antara semua partai dalam menjanjikan langkah-langkah penghematan untuk kembali ke anggaran berimbang dalam waktu lima tahun.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif