Asap hitam dari lokasi kilang minyak Aramco yang diserang. Foto: AFP
Asap hitam dari lokasi kilang minyak Aramco yang diserang. Foto: AFP

Loyalis Trump Sebut Serangan Kilang Saudi Sebagai Aksi Perang

Internasional amerika serikat arab saudi saudi aramco
Fajar Nugraha • 18 September 2019 15:24
Washington: Beberapa anggota parlemen AS mendesak kehati-hatian Selasa dalam membalas serangan baru-baru ini terhadap instalasi minyak Arab Saudi. Tetapi loyalis Trump, Senator Lindsey Graham menyebut insiden itu sebagai ‘tindakan perang’.
 
Graham mengatakan bahwa serangan yang begitu canggih -,drone (pesawat tak berawa) menembakkan rudal ke kilang pemrosesan terbesar di dunia dan ladang minyak di Arab Saudi,- hanya bisa berasal dengan arahan dan keterlibatan dari Iran.
 
"Ini benar-benar tindakan perang dan tujuannya adalah mengembalikan pencegahan terhadap agresi Iran yang jelas telah hilang," kata Graham dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Rabu, 18 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota parlemen dari Partai Republik dan sekutu tepercaya Trump itu menulis tweet bahwa Washington harus mempertimbangkan serangan terhadap kilang minyak Iran sebagai balasan. Menurutnya itu adalah sebuah langkah yang katanya akan mematahkan pemerintahan Iran.
 
Graham telah menjadi basis pertahanan selama bertahun-tahun, dan ia mencatat bahwa ‘respons terukur’ Trump terhadap Iran yang menembak jatuh pesawat tak berawak Amerika pada bulan Juni "jelas dilihat Iran sebagai tanda kelemahan."
 
Trump mendorong balik di Twitter, mengatakan: "Tidak Lindsey, itu adalah tanda kekuatan bahwa beberapa orang tidak mengerti!"
 
Sebuah buku briefing rahasia tentang serangan-serangan itu dibuat tersedia untuk para senator AS di lokasi yang aman di Gedung Capitol.
 
Senator Republik lainnya termasuk Marco Rubio dan Ron Johnson mengatakan mereka sepenuhnya percaya Iran bertanggung jawab atas serangan Saudi.
 
Namun Jim Risch, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Partai Republik memperingatkan agar tidak meluncurkan serangan militer yang cepat terhadap Negeri Mullah itu.
 
"Kami tidak berada di dekat titik itu. Kami masih dalam menganalisa situasi," katanya, seraya menambahkan bahwa ia telah mendorong anggota parlemen untuk mempelajari bukti rahasia mengenai serangan di Arab Saudi.
 
Anggota Kongres telah terpecah atas Riyadh sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi Oktober lalu, yang menulis artikel kritis terhadap kerajaan, dan mengungkapkan bahwa dia dibunuh oleh agen rahasia Arab Saudi.
 
Sementara Graham muncul dengan cepat untuk mendukung Riyadh pada Selasa. Padahal awal tahun ini dia mendorong untuk pemblokiran penjualan senjata AS ke Kerajaan Arab Saudi atas pembunuhan brutal Khashoggi.
 
"Tidak ada jumlah minyak yang dapat Anda hasilkan yang akan membuat saya dan orang lain memberi Anda izin memotong seseorang di sebuah konsulat," kata Graham pada Juni.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif