Haspel merupakan wanita pertama yang mengemban jabatan ini. Sebanyak 54 suara mendukungnya untuk menjadi direktur badan intelijen AS.
Dilansir dari AFP, Jumat 18 Mei 2018, Senator Republik john McCain mendesak Senat untuk tidak memilih Haspel yang berujung ia tak memberikan suara pada pemungutan Kamis kemarin.
Baca juga: Gina Haspel, Calon Direktur CIA yang Terkenal Kejam
Namun, Haspel memiliki dukungan yang cukup banyak dari administrasi Presiden Donald Trump, termasuk Senator Mark Warner, dari kubu Demokrat yang menjabat posisi teratas di Komite Intelijen.
Pengesahan Senat atas terpilihnya Haspel ini juga dikecam oleh sejumlah kelompok hak asasi manusia. Pasalnya, sosok Haspel tak bisa lepas dari operasi memberantas terorisme yang terkenal kejam.
Ia disebut-sebut turut bertanggung jawab terhadap tahanan teroris di sejumlah penjara CIA di belahan dunia. Perempuan berusia 61 tahun ini juga sempat dikritik soal penanganan tahanan di penjara rahasia CIA yang terletak di Thailand.
Dengan memegang posisi tertinggi di CIA, Haspel disinyalir akan kembali menghidupkan cara-cara kejam untuk menangani teroris. Cara kejam CIA ini sempat dikritik oleh komunitas internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News