medcom.id, New York: Miliuner Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam panitia pelaksana kontes kartun Nabi Muhammad di Texas. Kecaman seperti ini tak pernah sebelumnya keluar dari mulut Trump.
Sosok pendukung Partai Republik itu selama dikenal sebagai orang yang menilai serangan di kantor Charlie Hebdo di Prancis, karena kurangnya senjata untuk bertahan. Charlie Hebdo adalah tabloid yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.
Awalnya Trump membahas pelaksanaan kontes itu seperti ciri khasnya, dengan memuji kerja polisi yang telah mengambil tindakan keras. Namun ucapannya berubah.
"Saya melihat Pam Geller (panitia kontes karikatur Nabi Muhammad) dan sepertinya dia membuat takut banyak pihak," ujar Trump, seperti dikutip Fox News, Rabu (6/5/2015).
"Untuk apa dia menggambar karikatur Muhammad? Ini sangat menjijikan. Apa tidak ada hal yang bisa dia lakukan? Menggambar Muhammad?" tanya Trump.
Kecaman Trump dibantah oleh Elisabeth Hasselback yang membela motif Geller. Menurut Hasselback, ini adalah cara untuk melawan perang atas kebebasan berpendapat," tegasnya.
Namun Trump melontarkan pertanyaan lagi,"Apa mereka tidak bisa melakukan hal lain? Kenapa mereka melakukan hal itu di Texas dan menghina Muhammad serta semua orang?"
"Apa yang dia lakukan? Untuk apa dia melakukan itu? Apakah Pam Geller senang menyerempet risiko? Tetapi untuk apa dia melakukan hal tersebut?" Trump kembali mempertanyakan.
Dua orang tewas dalam penembakan di lokasi kontes karikatur Nabi Muhammad, Minggu (3/5/2015). ISIS mengklaim kedua orang itu adalah suruhan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News