Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)
Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Mantan Diplomat Saudi Dilarang Masuk AS Terkait Khashoggi

Internasional Jamal Khashoggi
Arpan Rahman • 11 Desember 2019 14:47
Washington: Amerika Serikat melarang mantan diplomat Arab Saudi untuk memasuki Negeri Paman Sam atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi, dibunuh di dalam konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018.
 
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri AS, dilansir dari Independent, Selasa 10 Desember 2019, larangan masuk bagi Mohammed al-Otaibi itu merupakan satu dari sejumlah sanksi baru yang dijatuhkan AS kepada dirinya.
 
Tahun lalu, al-Otaibi dan 16 orang pejabat Saudi lainnya dijatuhi sanksi oleh AS atas keterlibatan mereka dalam pembunuhan Khashoggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas intelijen Turki mengidentifikasi al-Otaibi dan tim beranggotakan 15 orang sebagai kelompok pembunuh Khashoggi. Sanksi AS hanya dijatuhkan pada belasan pejabat Saudi, bukan terhadap pihak kerajaan.
 
Penjatuhan sanksi secara spesifik tersebut merupakan upaya Presiden AS Donald Trump dalam menjaga agar perjanjian transaksi senjata dengan Saudi tetap terjaga.
 
AS telah melarang masuk hampir 24 pejabat Saudi, termasuk 15 agen yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.
 
"Para individu yang membunuh seorang jurnalis secara brutal itu harus menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka," kata Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin saat menjatuhkan sanksi tahun lalu.
 
"Pemerintah Arab Saudi harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri serangan terhadap kritikus atau jurnalis," sambung dia.
 
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman disebut-sebut sebagai tokoh utama di balik pembunuhan. Setelah terus mendapat tekanan, Pangeran Mohammed mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi, karena para pelaku merupakan pejabat Saudi yang bekerja di bawah kepemimpinannya.
 
Sejumlah kritikus menilai pernyataan Pangeran Mohammed hanya merupakan upaya meredam kritik.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif