Pusat Badai Nasional (NHC) yang berbasis di Miami mengatakan bahwa Badai Tropis Humberto sudah berada sangat dekat dengan pesisir barat laut Bahama. Nantinya, lanjut NHC, Humberto diproyeksikan bergerak ke lepas pantai Florida, Amerika Serikat.
Carl Smith, juru bicara Agensi Manajemen Nasional Bahama (NEMA), khawatir kedatangan Badai Tropis Humberto dapat memperburuk upaya pemulihan dampak bencana dan penyaluran bantuan usai terjangan Dorian.
"Kedatangan badai ini akan memperlambat penyaluran bantuan logistik," kata Smith dalam sebuah konferensi pers di Nassau, ibu kota Bahama.
"Bahan bakar dan air bersih masih menjadi kebutuhan utama di sini," lanjutnya, dilansir dari laman TRT World, Sabtu 14 September 2019. Dorian mengobrak-abrik Bahama sejak pertama kali tiba pada 1 September, dengan Abaco dan Grand Bahama sebagai dua area terkena dampak terparah.
NHC melaporkan bahwa kecepatan angin Humberto saat ini mencapai 64 kilometer per jam. Kekuatannya diprediksi bertambah ke level angin topan dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Trevor Basden dari Departemen Meteorologi Bahama memprediksi, Humberto akan memicu banjir di sejumlah pulau yang masih belum sepenuhnya pulih dari dampak Dorian.
Pengumuman kedatangan Badai Tropis Humberto muncul saat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres berkunjung ke Bahama. Dalam kedatangannya, ia memperingatkan komunitas global mengenai bahaya dari perubahan iklim.
Guterres mengatakan 75 persen dari total bangunan di sejumlah daerah di Bahama hancur berantakan usai diterjang Dorian, sebuah badai yang sempat mencapai level bahaya maksimal, yakni Kategori 5.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News